
Too many spam here, isn’t it?

Too many spam here, isn’t it?
Baru sadar tadi pas salah ngetik url siakad di browser, http://siakad.unila.ac.id/abc, ternyata ada kata-kata berikut yang mengindikasikan bahwa page yang kita cari itu tidak ditemukan, “Please don’t be mad
”. Hehehe…
Bandingkan dengan pesan page not found pada http://www.unila.ac.id/abc berikut yang ternyata lebih terkesan formal. “The page you are trying to access does not exist. “Please select a page from the main menu.”
Tapi bagus kok
Dalam rangka ulang tahunnya yang ke-delapan, Sabtu (10/5/2008), Rakanila (Radio Kampus Universitas Lampung) memberikan persembahan kepada civitas akademika Universitas Lampung dengan mengundang Caffeine, Jendral, dsb.
Acaranya dimulai sejak pagi hingga malam hari. Namun acara puncaknya, Caffeine performance, baru dimulai sekitar pukul 20:00. Siang harinya diisi oleh performance dari band-band indie Lampung, kabaret dari SMAN 1 Bandar Lampung, modern dance, games, dsb.
Sayangnya saya hanya mengikuti acara ini hingga pukul 18:00. Karena kecapekan dan ngantuk, saya memutuskan untuk pulang ke kosan dan beristirahat. Sedangkan Iyan, temen saya yang mengajak meliput Caffeine untuk bulletin FISIP, Republica, akhirnya meliput acara tersebut bersama salah seorang temen lainnya, di hotel tempat Caffeine menginap. Tapi, hanya Rudi, vokalis Caffeine yang menemani sesi wawancara mereka dikarenakan anggota personel Caffeine yang lain udah pada kecapekan ditambah lagi jam sudah menunjukkan hampir larut tengah malam.
Agak iri juga sih sebenernya, karena saya juga pengen berfoto bareng Caffeine
Jadi inget ketika zaman SMP/SMA dulu. Tembang-tembang yang kini udah bisa dikatakan lawas semisal: Kau Yang T’lah Pergi, Aku Takkan Memiliki, dan Tiara ini merupakan salah satu band yang saya sukai. Awal kemunculannya berbarengan dengan Padi, Coklat, Wong, dsb dibawah bendera album kompilasi band-band indie, Indie Ten.
Tapi kini Caffeine tampak agak meredup. Ayo nih, bangkit lagi. Oiya, katanya dalam waktu dekat ini Caffeine akan segera meluncurkan album terbaru mereka. Ditunggu!

Ini adalah software yang saya kembangkan beberapa waktu lalu. Pembuatannya tidak disengaja dan sedikitpun tidak diniatkan
Semangat, merupakan hal paling esensial yang saya butuhkan untuk menghadapi akhir perkuliahan di Universitas Lampung ini. Skripsi yang belom selesai-selesai, pikiran-pikiran lain yang saban hari makin numpuk di otak, bayangan masa depan yang masih belom jelas, dan lain sebagainya.
Di seantero kamar kos saya bertebaran kertas-kertas yang berisikan kata-kata bijak guna mendongkrak semangat saya. Nah, pas lagi nongkrong di depan Sheby Machine (komputer desktop saya), terlintas ide, “alangkah baiknya bila komputer saya pun setia mengingatkan saya dengan kata-kata bijak pendongkrak semangat tadi.” Yupe, mulai berkutat dengan Visual Basic 6 dan mendesain fondasi software ini yang saat itu masih sangat sederhana. Seiring perkembangan waktu, software ini mengalami perkembangan yang menurut saya sangat signifikan bila dibandingkan dengan rilis initial-nya dulu.
Lisensi software ini freeware. Bebas untuk anda gunakan, gandakan, dan sebarluaskan
Tapi tidak untuk kepentingan profit!
[DOWNLOAD]
FTP (File Transfer Protocol) merupakan suatu fasilitas pertukaran file melalui jaringan entah secara intranet maupun internet.
Unila, sebagai salah satu kampus dengan pengadopsian TI (Teknologi Informasi) yang tergolong baik tidak ketinggalan menyediakan fitur ini sebagai salah satu layanan online (lokal) untuk para civitas akademika-nya.
Namun, tampaknya layanan ini masih bermuka dua. Mengapa? Satu sisi ia berdaya guna positif, namun disisi lain ia berdaya guna negatif alias disalahgunakan. Loh?! Kok disalahgunakan? Saya, sebagai pengguna layanan FTP, yang walaupun hanya mendapat akses untuk download saja, melihat layanan ini sangat berguna bagi saya. Disana saya bisa mendapatkan update antivirus terbaru hampir setiap hari dan juga beberapa software pendukung produktivitas semisal OpenOffice.org, Linux, dan lain sebagainya. Selain itu, di server FTP Unila ini juga saya menemukan beberapa software dan atau file yang menurut saya tidak legal (istilah halus dari kata bajakan
).
Jujur, saya lebih prefer bila semua file dan software yang disediakan di server FTP Unila ini berlisensi freeware ataupun open source. Mengapa? Ya, malu donk masak Unila menyediakan software-software ilegal untuk didownload oleh para civitas akademika-nya
Akan lebih baik lagi bila lisensi yang digunakan adalah open source.
Ayo daya gunakan GNU/Linux dan open source! *siap-siap belajar Linux lagi
*

Biasanya, seuasai Shalat Jum’at di Masjid Al-Wasi’i Unila, pemandangan diatas tidaklah aneh lagi. Miris memang bila melihatnya. Mereka juga sama seperti kita kebanyakan, mencari uang demi sesuap nasi. Tapi dengan adanya mereka, lingkungan kampus tentulah akan terlihat kurang menyenangkan. Sebenarnya, tidak hanya di lingkungan Masjid Al-Wasi’i saja pemandangan ini dapat kita temui, melainkan dibeberapa sudut kampus pun dapat dengan mudah kita jumpai. Di FISIP misalnya, seringkali ada anak-anak kecil yang membawa kotak amal sebagai ‘penarik simpati’ para ‘dermawan’ yang kita sendiri tidak tahu nantinya uang itu akan diberikan kepada siapa, digunakan oleh siapa, serta untuk apa. Bisa jadi anak-anak kecil tadi hanyalah ‘kaki-tangan’ oknum yang tidak bertanggung jawab demi menikmati uang mudah? Tanpa kerja keras? Wallahualam!
Apakah ada kebijakan dari pihak kampus untuk menertibkan mereka? Dan kapan kampus kita ‘bersih’ dari gelandangan dan pengemis?
Siakad Onlne yang merupakan kependekan dari “Sistem Informasi Akademik” Online, merupakan suatu sistem ‘canggih’ milik Unila yang berfungsi sebagai ‘basecamp’ bagi kegiatan akademik mahasiswa. Termasuk didalamnya pengisian KRS, informasi KRS, informasi KHS, informasi Transkrip, informasi nilai, dan lain-lain.
Siakad Online, disatu sisi ia memudahkan, sekaligus lambang ‘prestisius’ (Unila kereenn… sistem akademiknya udah pake komputer, online pula!
), namun disisi lain pula ia menyulitkan bahkan memiliki kerentanan terhadap ’serangan’ (hack/crack) orang-orang yan tidak bertanggung jawab.
Kemudahan Siakad Online bagi mahasiswa antara lain: menghilangkan sistem kuno pengisian KRS dengan menggunakan LJK (Lembar Jawaban Komputer) juga menghindari mahasiswa yang berdesak-desakan saat ingin melihat nilai, sistem Online (terhubung ke jaringan Internet) pun juga sangat memudahkan bagi mahasiswa yang tengah pulang kampung ke kota asalnya untuk memantau kegiatan akademiknya dari mana saja dan kapan saja selama ia masih mendapatkan akses ke Internet, dll. Sedangkan kemudahan bagi dosen antara lain: tidak perlu memeriksa satu-persatu LJK KRS mahasiswa yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan kemudian memvalidasinya, dll.
Lalu, apa kesulitan yang seringkali ditemui di Siakad Online? Bagi mahasiswa antara lain: seringkali susahnya proses validasi maupun pencabutan validasi KRS sementara guna mengadakan perbaikan KRS, pengurusan nilai yang bermasalah yang kadangkala ribet, dan tentu saja susahnya mengurus hal-hal yang berkaitan dengan Siakad Online kepada dosen yang dapat dikatakan masih kurang memahami fungsi-fungsi dan fitur-fitur yang ada dalam Siakad Online tersebut, dll. Kesulitan bagi dosen, hmmm…. Saya kurang tahu juga apa kesulitan yang seringkali dihadapi oleh para dosen berkaitan dengan Siakad Online ini. Mungkin salah satunya adalah karena ‘gaptek’ kali yah? Kurang pahamnya terhadap fungsi-fungsi dan fitur-fitur yang ada dalam Siakad Online itu sendiri.
Sistem Online, yang menghubungkan Siakad kepada jaringan luas Internet disatu sisi bisa memudahkan (seperti apa yang telah saya sebutkan sebelumnya) dan disatu sisi ia pula bisa membahayakan. Loh?! Mengapa membahayakan? Yupe, seperti kita semua tahu, Internet bisa dikatakan adalah jaringan komputer yang maha luas. Jutaan komputer terhubung didalamnya. Yang berarti pula jutaan manusia/pengguna terhubung pula didalam sistem yang sama. Tidak semua pengguna Internet memiliki tujuan yang baik, beberapa justru memiliki tujuan buruk (bila tidak mau dikatakan jahat) yang melakukan penyalahgunaan Internet demi menangguk keuntungan pribadi.
Terhubungnya Siakad Online Unila ke jaringan Internet, berarti pula telah memberikan akses kepada ‘pengguna-pengguna jahat’ tadi untuk mampir kedalamnya, meski terbatas.
Sebaik-baiknya sistem buatan manusia, tidak mungkin ada yang sempurna. Termasuk dalam sisi keamanan. Saya masih ingat ketika masih awal-awal perkuliahan dulu, menggunakan Siakad Online yang belum seperti sekarang ini (bila tidak salah dulu warna tampilannya merah, dan terkesan kuno). Dulu, Siakad Online memberikan serangkaian ‘clue’ atas struktur database yang digunakan oleh sistem ketika kita melakukan suatu kesalahan pada input query. Adapun ‘clue’ atau ‘error message’ yang digenerate oleh sistem tersebut dapat digunakan untuk ‘men-trace’ kesalahan apa yang terjadi. Memang, bagi ’system administrator’, error message tersebut dapat menjadi panduan baginya guna memperbaiki sistem, namun bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab, error message tersebut dapat menjadi jalan masuk guna menerobos ke ‘jeroan’ Siakad Online yang bila ia telah masuk kedalamnya ia mampu melakukan apa saja, termasuk mengubah nilai. Saya juga masih ingat dengan sistem login Siakad Online yang apabila salah memasukkan password sebanyak 3x (tiga kali) maka login Siakad Onlne bagi username yang bersangkutan akan terkunci untuk sementara dan untuk meng-unlock-nya diharuskan untuk mengurus ke MISTC Unila guna diberikan password sementara, setelah itu barulah kita bisa merubah password default (123456 atau abcdef) pemberian MISTC dengan password yang lebih baik sesuai keinginan kita. Jujur, saya pernah iseng bermain-main dengan fitur ‘3x salah password maka login terkunci’. Dengan memasukkan username yang sebagian besar adalah NPM mahasiswa, saya bisa mengunci beberapa login milik orang lain (yang bahkan saya sendiri tidak tahu milik siapa
).
Akhir kata (ciee… udah kayak bahasa surat aje!) saya cuma ingin memberikan masukan kepada pihak-pihak terkait supaya pelatihan Siakad Online ini lebih ditingkatkan lagi baik bagi mahasiswa maupun dosen, agar penggunaannya dapat lebih efektif lagi.
Ini rumah baru saya…
Wadah mencurahkan segala sesuatunya, yang pasti dalam bentuk tulisan
Tempat penampungan kreativitas saya, emosi saya, perasaan saya, dan lain-lain deh…
Insya Allah akan diupdate secara rutin
Willkommen…
Selamat datang…