Apa yang kalian cari, wahai saudaraku.
Apakah kalian ingin aku bangunkan untuk kalian istana-istana yang indah, penuh berhiaskan kata-kata kosong tanpa makna, atau Kuil- kuil beratapkan mimpi-mimpi? Atau Apakah kalian hendak menyuruhku menghancurkan segala yang telah dibangun oleh para penipu dan para tiran?
Haruskah aku cabut dengan jari-jariku segala yang telah ditanam oleh para pengkhianat dan para munafik?
Ungkapkan hasrat gilamu apa yang kalian ingin untuk aku lakukan wahai saudaraku?
Apakah aku harus menggigil ketakutan Seperti seekor kucing untuk menyenangkan kalian, atau mengaum Seperti seekor singa untuk menyenangkan diriku sendiri?
Aku Telah bernyanyi untuk kalian, tapi kalian tak mau Menari;
Aku telah sesunggukan di hadapan kalian, tapi kalian tak juga menangis.
Haruskah aku menyanyi Sambil sesunggukan?
Jiwa-jiwa kalian menderita oleh lilitan Rasa lapar, padahal buah-buah Pengetahuan lebih melimpah dibanding bebatuan di seluruh lembah.
Hati-hati kalian menggelepar karena Kehausan, padahal sumber-sumber mata air Kehidupan mengalir di sekeliling rumah-rumah kalian. Mengapa kalian tidak beranjak meminumnya?
Lautan memiliki surut dan pasangnya, Rembulan memiliki purnama dan sabitnya, dan musim memiliki dingin dan panasnya, dan segala benda-benda memiliki keragaman bagaikan bayangan Seorang dewa yang belum lahir yang bergerak antara Bumi dan matahari, namun kebenaran tidak dapat Diubah, dan tak mungkin ditinggalkan;
Mengapa, kemudian, kalian mencoba menghapuskan gambarannya?
Aku selalu mencintaimu, wahai saudaraku, namun cinta itu bagiku sangat menyakitkan dan tak berguna untuk kalian; dan hari ini aku benci kalian, dengan kebencian bagaikan air bah yang menyapu bersih ranting-ranting kering dan rumah-rumah reot yang miring.
Aku telah memaafkan kelemahan kalian, wahai saudaraku, namun maafku hanya menambah kelemahan kalian, memuliakan dan menyuburkan kemalasan yang menjadikan kehidupan sia-sia. Dan hari ini aku melihat kelemahan kalian yang dibenci dan ditakuti oleh jiwaku
Aku selalu mengisi kehinaan dan kerendahan Kalian; dan air mataku mengalir bagaikan butiran-butiran kristal, tapi tetap tak mampu melarutkan.
Kelemahan kalian yang membeku; walau mereka telah menyingkapkan tabir dari mataku.
Air mataku tak pernah mencapai hati. Kalian yang telah membatu, tapi mereka membersihkan kegelapan dari dalam diriku.
Hari ini aku tertawakan derita kalian, karena tertawa itu adalah halilintar yang menggetarkan, membawa prahara, lalu pergi dan tak pernah kembali.
Apa lagi yang kalian hasratkan, wahai saudaraku?
Apakah kalian ingin aku tunjukkan hantu-hantu dari rupa kalian yang memantul di permukaan danau? Kemarilah, sekarang, dan lihatlah betapa buruknya kalian.
Pandangi dan renungkan. Ketakutan telah mengubah rambut kalian jadi kelabu bagai debu, dan keruntuhun telah membayang di mata kalian dan menjadikannya lubang-lubang yang suram, dan rasa kecut telah merambah pipi-pipi kalian yang sekarang nampak bagai puing-puing lembah yang malang, dan maut telah mencium bibir-bibir kalian dan menjadikannnya kuning seperti daun-daun di musim gugur.
Lalu apa yang hendak kalian cari, wahai saudaraku? Apa lagi yang diminta dari kalian oleh Kehidupan, yang sudah tidak lagi menghitungmu di antara anak-anaknya?
Jiwa-jiwa kalian telah mendingin di bawah selimut para pendeta dan tukang-tukang sihir, dan tubuh-tubuh kalian gemeretak di antara taring-taring para penindas dan genangan darah, dan negerimu tersungkur di bawah barisan kaki-kaki para penakluk; apa lagi yang dapat kalian harapkan walaupun kalian masih dapat berdiri tegak di hadapan matahari? Pedang-pedang kalian terbalut oleh karat, dan lembing-lembing telah patah, dan perisai-perisai kalian telah penuh dengan lubang-lubang; mengapa, kemudian, kalian masih berdiri di medan perang?
Kemunafikan adalah jiwa kalian, dan Kesalahan adalah kehidupan kalian, dan Ketiadaan adalah tujuan kalian; untuk apa, Lalu, kalian hidup? Tidakkah kematian lebih menyenangkan bagi kemalangan macam kalian?
Kehidupan adalah jalan yang mengiringi usia muda, dan kecerdasan yang mengikuti kedewasaan, dan kebijaksanaan yang mencari keuzuran; tapi kalian, wahai saudaraku, dilahirkan tua dan lemah, kulit kalian kisut dan kepala-kepala kalian gersang. Kalian datang bagai anak-anak, berlari ke tanah lumpur dan bermain Bebatuan.
Pengetahuan adalah cahaya, memperkaya kehangatan hidup, dan semua dapat memperoleh jika mencarinya; tapi kalian Wahai saudaraku, malah mencari kegelapan dan mengusir cahaya, menantikan pancaran air dari batuan cadas, dan penderitaan bangsa adalah kejahatan kalian. Aku tak akan mengampuni dosa-dosa kalian, karena kalian tahu apa yang kalian lakukuan.
Kemanusiaan adalah sebatang sungai yang gemilang mendendangkan jalan dan membawa bersamanya rahasia-rahasia pegunungan ke dalam Lubuk hati lautan; tapi kalian, Wahai saudaraku, adalah genangan air Yang penuh dengan serangga dan hewan Berbisa.
Ruh adalah kesucian yang biru Suluh, membakar dan melalap tertanam kering, dan berkembang bersama badai dan menyinari wajah-wajah para bidadari; tapi kalian wahai rakyatkku, jiwa-jiwa kalian bagaikan debu yang diterbangkan angin berserakkan di atas salju, dan prahara datang memusnahkan ke dasar lembah selamanya.
Jangan takut pada malaikat maut, Wahai saudaraku, karena keagungan dan kemuliaannya akan menolak mendatangi kekerdilan kalian; dan jangan gentar pula kepada belati, karena ia akan jatuh tersangkut hati kalian yang dangkal.
Aku benci kalian, wahai saudaraku, karena kalian membenci keagungan dan kemulian, Aku menghinakan kalian karena kalian menghina diri kalian sendiri. Aku adalah musuh kalian, karena kalian tidak juga menyadari bahwa kalian musuh para bidadari.
Ramadhan /27 Nov 01
Vt. De Riest
Lanjutannya…
checkFull("post-" + "7989880039193956027")