PELATIHAN MANAJEMEN PEMASARAN BAGI KARYAWAN RADAR LAMPUNG

Posted in Publikasi Ilmiah  by: satriabangsawan
September 9th, 2009

A. Pendahuluan

Media massa adalah media promosi yang sangat banyak digunakan untuk mempromosikan sebuah produk/jasa. Kelebihan media ini adalah jumlah audien/pembaca yang mungkin lebih banyak dan lingkup penyebarannya juga lebih luas sesuai dengan area distribusi media massa tersebut. Dalam manajemen penerbitan ini, tidak ada komponen yang menjadi primadona. Perkembangan media cetak di Indonesia beberapa tahun terakhir sangat menarik untuk didiskusikan khususnya terkait dengan masalah distribusi pemasarannya.

Personel dalam komponen keredaksian yang terpesona pada etos yang khas, perlu menyadari bahwa posisinya tidaklah lebih penting dibanding dengan komponen marketing dan produksi misalnya. Di dalam komponen keredaksian sendiri juga masih ada unit-unit yang dapat diidentifikasi sebagai sub-sub-sistem, sebagaimana dalam komponen marketing juga ada sub-sub-sistem yang kesemuanya sama pentingnya dalam dinamik manajemen. Untuk itu semua semakin diperlukan standar profesionalisme pengelola media. Faktor imperatif yang melingkungi media pers adalah persaingan untuk mendapatkan sumber-sumber ekonomi. Sebagai institusi bisnis, keberadaan media pers tidak mungkin lagi dapat mengelak dari prinsip bisnis dalam kerangka manajemen produksi dan pemasaran. Pers dilihat sebagai produk, untuk itu bertolak dari komodifikasi produk media dan produk informasi dalam pendekatan ceruk (niche) dalam straregi pemasaran. Dari sini dikenal dua macam kelayakan/fisibilitas (feasibility) bagi bisnis pers, yaitu fisibilitas sosial dan ekonomi industrial

PELATIHAN MANAJEMEN USAHA KECIL DAN MENENGAH BAGI MITRA BINAAN PT.TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM (Persero) Tbk. TARAHAN LAMPUNG

Posted in Publikasi Ilmiah  by: satriabangsawan
September 9th, 2009

A. Pendahuluan

Struktur ekonomi Indonesia telah mengalami perubahan dengan peran sektor UMKM yang lebih besar dibandingkan dengan periode sebelum krisis. Hal ini mengingat sementara sektor korporat masih dalam proses restrukturisasi yang berjalan lamban, sektor UMKM telah menunjukkan perkembangan yang terus mengalami peningkatan.

Salah satu upaya untuk menanggulangi kemiskinan adalah melalui pemberdayaan UMKM yang telah terbukti memiliki daya tahan yang relatif kuat dalam menghadapi krisis ekonomi yang lalu. Peran penting UMKM itu sendiri dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu jumlah unit usaha yang terbentuk, penyerapan tenaga kerja, perannya dalam peningkatan produk domestik bruto (PDB) dan sumbangannya terhadap ekspor nasional. Dalam kurun waktu 1997-2001 rata-rata unit UMKM secara nasional mencapai 99,81% dari total perusahaan yang ada. tenaga kerja yang bekerja dalam sektor UMKM ini juga mencapai 99,48% dari total pekerja nasional, selain itu UMKM memberikan sumbangan hingga 55,1% kepada PDB Nasional. Secara umum rata-rata pertumbuhan UKM tahun 1999-2001 adalah 3%, rata-rata pertumbuhan pekerja 18,8% dan rata-rata pertumbuhan PDB –2,5%. UKM juga memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas untuk bertahan terutama pada saat terjadinya krisis ekonomi. Berkaitan dengan pertumbuhan UMKM tersebut, perlu dilihat hubungan antara pertumbuhan UMKM dengan kemiskinan pada masyarakat, dan juga peran UKM mengurangi kemiskinan sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi langkah langkah kebijakan yang dapat ditempuh dalam pengembangan UMKM dalam rangka mengurangi kemiskinan di Provinsi Lampung.

PELATIHAN MANAJEMEN PEMASARAN BAGI KARYAWAN BARISTAND INDAG BANDARLAMPUNG

Posted in Jurnal, Publikasi Ilmiah  by: satriabangsawan
September 9th, 2009

A. Pendahuluan

Gagasan bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan, dan minat pasar sasaran dan menyerahkan kepuasan yang didambakan itu secara lebih efektif dan efisien ketimbang para pesaing dengan cara yang bersifat memelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan masyarakat.

Pengambilan keputusan oleh konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk diawali oleh adanya kesadaran atas pemenuhan kebutuhan dan keinginan disebut need arousal. Pemahaman terhadap proses pembelian sangat menentukan keberhasilan penyusunan strategi pemasaran termasuk didalamnya analisis mengenai bagaimana konsumen dan calon konsumen tersebut menyadari adanya kebutuhan yang belum terpenuhi, mencari informasi mengenai produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhannya, memilih diantara beberapa alternative yang ada dan proses-proses yang dilaluinya sebelum dan setelah menjatuhkan pilihan tersebut

DISKUSI SEHARI UPAYA PENGEMBANGAN UMKM DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Posted in Publikasi Ilmiah  by: satriabangsawan
September 9th, 2009

A. Pendahuluan

Struktur ekonomi Indonesia telah mengalami pergeseran peran sektor UMKM yang lebih besar dibandingkan dengan periode sebelum krisis. Hal ini mengingat sementara sektor korporat masih dalam proses restrukturisasi yang berjalan lamban, sektor UMKM telah menunjukkan perkembangan yang terus mengalami peningkatan.

Salah satu upaya untuk menanggulangi kemiskinan adalah melalui upaya pengembangan UMKM yang telah terbukti memiliki daya tahan yang relatif kuat dalam menghadapi krisis ekonomi baik yang terjadi pada tahun 1997 – 1998 maupun di tahun 2008 yang lalu. Peran penting UMKM itu sendiri dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu jumlah unit usaha yang terbentuk, penyerapan tenaga kerja, perannya dalam peningkatan produk domestik bruto (PDB) dan sumbangannya terhadap ekspor nasional. UMKM juga memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas untuk bertahan terutama pada saat terjadinya krisis ekonomi. Berkaitan dengan pertumbuhan UMKM tersebut, perlu dilihat hubungan antara pertumbuhan UMKM dengan kemiskinan pada masyarakat, dan juga peran UMKM dalam mengurangi kemiskinan sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi langkah langkah dan upaya-upaya kebijakan yang dapat ditempuh dalam pengembangan UMKM dalam rangka mengurangi kemiskinan di Provinsi Lampung umumnya dan Kabupaten Lampung Timur pada khususnya.

Manajemen Pemasaran Lanjutan

Posted in Bahan Ajar, Publikasi Ilmiah  by: satriabangsawan
September 9th, 2009

ABSTRAK

Mata kuliah Manajemen Pemasaran Lanjutan adalah mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang mengambil konsentrasi Manajemen Pemasaran dan diberikan pada semester 6 dengan 3 SKS : (3 – 0). Hasil evaluasi tiga tahun terakhir ternyata nilai mahasiswa dengan predikat sangat baik dan cukup baik (nilai rata-rata A + B ) yaitu 41% lebih rendah dari standar minimal menurut standar Universitas Lampung yaitu 50%.
Masalah yang muncul selama proses pembelajaran adalah rendahnya daya serap dan tingkat pemahaman mahasiswa karena interaksi antara mahasiswa dan dosen masih rendah akibat dari penyampaian materi yang kurang menarik melalui metode ceramah dengan media transparansi (OHP), tanpa hand out, buku ajar/ diktat dan buku penunjang perpustakaan yang masih terbatas.
Pada hibah pengajaran ini peningkatan pemahaman mahasiswa dilakukan melalui perbaikan media dan metode pengajaran yang terdiri dari : (1) penyampaian materi dengan metode ceramah dan diskusi yang  disertai alat bantu audio visual (kaset video), LCD (Power Point), serta diskusi kelompok dengan cara presentasi, (2) perbaikan Satuan Acara Perkuliahan (SAP), hand out , buku ajar, bank soal dan kasus.
Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kualitas proses pembelajaran sehingga prosentase jumlah nilai A dan B sekitar 55 %. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi: (1) tim dosen pengasuh mata kuliah dalam menyampaikan materi perkuliahan; (2) mahasiswa agar lebih mudah mengerti dan memahami materi yang disampaikan oleh dosen sehingga interaksi antara dosen dan mahasiswa lebih meningkat.
Hasil implementasi kegiatan dan hasil rekapitulasi nilai menunjukkan bahwa 83% dari mahasiswa yang mengambil mata kuliah manajemen pemasaran lanjutan (kelas yang diuji cobakan) pada semester genap tahun ajaran 2003/2004 mendapat nilai A dan B. Angka ini telah mencapai standar universitas Lampung (50%). Hasil penyebaran kuesioner evaluasi penilaian mahasiswa pada umumnya (90%) mahasiswa menyatakan sangat puas terhadap metode dan media pengajaran yang diterapkan terutama dalam hal perencanaan mengajar, pengelolaan pembelajaran dan evaluasi hasil belajar. Kendala teknis yang masih dirasakan oleh tim dosen dan mahasiswa yaitu ruang belajar yang masih terasa panas dan kurang terawat. Sarana video dan TV belum tersedia di ruang kuliah, sehingga pada saat akan memutar film (audio visual) harus pindah ke ruang belajar lain (Program MM FE Unila). Kendala ini dirasa cukup mengganggu proses pembelajaran.

Kinerja Pemasaran Usaha Kecil Serta Pengaruhnya terhadap Daya Saing (Suatu Studi Pengembangan Pemasaran Industri Pengolahan Kopi Bubuk di Propinsi Lampung)

Posted in Jurnal, Publikasi Ilmiah  by: satriabangsawan
September 9th, 2009

ABSTRAK

Dalam rangka pengembangan usaha kecil sektor pertanian di Propinsi Lampung, pembangunan agribisnis diarahkan pada pengembangan industri dimana secara bertahap petani produsen mempunyai akses untuk ikut menikmati nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan produk primer yang dihasilkan petani.
Persaingan yang semakin ketat pada pasar produk pengolahan kopi bubuk, menuntut perusahaan agar mempunyai keunggulan yang mendasar dan berkesinambungan dibanding pesaingnya, sehingga mereka harus menyusun suatu kegiatan pemasaran agar dapat memperkuat daya saing. Pengembangan kinerja pemasaran usaha kecil sektor industri pengolahan kopi bubuk diharapkan akan memperkokoh daya saing perusahaan, sehingga akhirnya mampu meningkatkan nilai ekspor hasil pertanian Propinsi Lampung.
Penelitian ini bertujuan : (1) menganalisis pengaruh kinerja pemasaran usaha kecil terhadap daya saing perusahaan, volume penjualan dan laba perusahaan; (2) menganalisis daya saing perusahaan terhadap volume penjualan dan laba perusahaan.

PENGARUH KEPUASAN PELANGGAN ATAS NILAI BAURAN PEMASARAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN RITEL SUPERMARKET

Posted in Jurnal, Publikasi Ilmiah  by: satriabangsawan
September 9th, 2009

Oleh :
Satria Bangsawan

Abstract
The objective of this research is to analyze the influence of customer satisfaction on marketing mix value to customer loyalty in recomandation, improve buying value and visiting frequencies of retail. The survey method has been used in this research. The sample member used is 500 respondents from the customer of retail supermarket in Lampung Province with the cluster random sampling technique. The data analysis applied is path analysis.

The result shows that the customer loyalty in recomandation of another people to visit of retail is positively affected by customer satisfaction on people services of retail such as the performance of employee. The Customer loyalty to improve buying value is positively affected by customer satisfaction of marketing mix performance such as product, price and promotion mix. The customer loyalty in visiting frequencies of retail is positively affected by customer satisfaction on product and price performance of marketing mix.

PENGARUH INFORMASI LINGKUNGAN MIKRO TERHADAP STRATEGI PEMASARAN USAHA KECIL

Posted in Jurnal, Publikasi Ilmiah  by: satriabangsawan
September 9th, 2009

Oleh :
Satria Bangsawan

Abstract

Succesful small businesses realize that the marketing environment presents a never ending series of opportunities and threats. The major responsibility for identifying significant changes in the microenvironment falls to a small business’s marketers. More than any other group in the small business company, marketing managers must be the trend trackers and opportunity seekers. To prepare an effective marketing strategy, a small business company must study its competitors as well as its actual and potential customers. This research objectives are : (1) to analyza the influence of management consideration intensities to responding marketing information about micro environment (supplier, competitor, distributor, public, customer ) on marketing strategy of processing industrial sector of small business. On this research, survey method approach is used focusing on marketing management. Observation has done to the respondent as ownwer or company manager, using interview as a technique from collecting data, with Stratified Random Sampling Method and using Path Analysis to analyze the data. The research results showed that management consideration about microenvironment (competitor, public and customer ) has significant influence on marketing strategy ( product, price, place and promotion ) of small business.

STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK KAIN TAPIS ( STUDI PADA USAHA KECIL INDUSTRI KERAJINAN DI PROPINSI LAMPUNG)

Posted in Jurnal, Publikasi Ilmiah  by: satriabangsawan
September 9th, 2009

Oleh :
Satria Bangsawan

ABSTRACT

Marketing should actively participate with other departments in every stage of new product development. Successful new product development requires the company to establish an effective organization for managing the development process. The objective of this research is to investigate and analyze factors that determine kain Tapisproduct development strategic of small business.

The research use survey method and involves 20 respondent samples that are chosen by simple random sampling. The data was collected by interviewing respondent and analyzed by Path Analysis. The study shows that kain Tapis product development strategic was affected by company internal ideas (owners and employees), customers, and competitors.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI PROVINSI LAMPUNG

Posted in Jurnal, Publikasi Ilmiah  by: satriabangsawan
September 9th, 2009

Oleh :

Satria Bangsawan

Abstract

This research objective are to identify the influence of factors on micro, small and middle business succesful. On this research survey method approach is used observation has done to the respondent as owner or company manager, using interview as technique from collecting data, with stratified random sampling method and using factors analysis to analyze the data. The research results showed that the successful of micro, small and middle business has influenced by some factors such as organizing the legal status of company, technique and management consultant and all so partnership strategic.