BUSYET

judul yang pas untuk ngungkapin perasaan gw sewaktu gw baca kapan terakhir gw posting di blog ini…

gak kerasa memang satu tahun itu berlalu sangat cepat, kerasa kayak baru kemaren gw posting…

ternyata udah setahun lewat…

parah….

ya okelah… pokoknya terus belajar…

keep strugle up..

UNIX vs LINUX

o
Whether you love it or hate it, open-source software is here to stay.

o
A quick word on the FreeBSD mascot:
Well, the FreeBSD mascot is not a reference to a satanic cult or anything like that. It is a joking reference to background processes in UNIX system that handle various tasks. These background processes are called “daemons”.
So, what about the pitchfork? That is a reference to an important system call knows as “fork”. :) ))

o
The special effects for the Warner Brother’s motion picture “The Matrix” where rendered on a cluster of FreeBSD systems. ;o)

o
Why has Linux grown so quickly?
Firstly, Linux was very VERY alpha when Linus released it, and it was very hackable. Lots of people loved it. In fact, its still like that.

o
Remember: FreeBSD is not a clone! Linux is! i.e. FreeBSD is Unix(r)

o
There Are probably as many reasons to use FreeBSD as there are the numbers of people who use it.

o
In the distributions of Linux there are a lot of friendly scripts to reconfigure your networking, your mail setup, hell even an X configuration tool to build your kernel!
Serious users would whisper “bloat”.
Novice users would whisper “easy”.

o
For years, the Linux developer community was a rowdy bunch of hackers who were interested in just putting together a Unixlike operating system that they could freely distribute. Development was fast and furious — sometimes a little too much so. The frenzy produced great diversity, a number of different Linux versions, some incompatible changes with other Unix systems and more than a few security bugs. o
Linux users complain that FreeBSD doesn’t support as much hardware as Linux does. This hardware would be unneeded on a server. As I see it, Linux is for desktop workstations that rely on sound and video, where FreeBSD is for high volume servers and desktop workstations in a business environment.

o
FreeBSD is known for having one of the fastest TCP/IP stacks in the operating-system world.

o
FreeBSD is a complete operating system maintained by a core team; Linux is a kernel maintained by Linus Torvalds.
Anyone can contribute code to Linux; contributions to FreeBSD must be reviewed and accepted by the core team.

o
Another complaint from users of all UNIX-like OSes is that no one develops applications for FreeBSD. What most people don’t know is that FreeBSD will emulate 99% of all Linux binaries, sometimes faster then Linux can execute them itself.

o
BSD is as old as the PC and was running in universities back when Bill Gates was famous for MS-DOS.

o
BSDs have always been the choice of system administrators who cared more about integrity, security, and reliability, than sizzle and flash.

o
WINDOWS: “Where do you want to go today?”
LINUX: “Where do you want to go tommorow?”
BSD: “Are you guys coming or what?”
o
Linux is for people who hate Microsoft.
NetBSD is for people who hate OpenBSD.
OpenBSD is for people who hate everyone else.
I haven’t yet figured out who FreeBSD is for.
o
The GNU su manpage actually says this:

This program does not support a “wheel group” that
restricts who can su to super-user accounts, because that
can help fascist system administrators hold unwarranted
power over other users.

…apparently it’s better for any user to attack the root password than to offer added security. Ignorance of security is a common Linux thread.

o
Perhaps one of the biggest differences between FreeBSD ans Linux is that of advocacy. FreeBSD Has very little of it by comparison. The voices that aggressively premote Linux do not have comparable analogs in the FreeBSD world. In a way, this makes sense; Linux is a more “extreme” example of the open-source ideal, and FreeBSD is a moderate compromise between open-source enthusiasm and corporate stodginess. The vibrancy of Linux contributes to its higher visibility, but also means it’s a more chaotic platform and community. FreeBSD attempts to be more attractive to traditionalists, and so it’s not as flashy, but it’s in many ways more sturdy and predictable – it’s a true UNIX, with original commercial UNIX code that has the same stability as traditional “big-iron” UNIX variants. It’s hard to say whether Linux or FreeBSD is more “cutting-edge” or has the more modern features, but in many ways FreeBSD trails Linux as a “showcase” platform for the newest Windows-challenging features that attempt to bring open-source to the desktop. That’s really not where FreeBSD is targeted.

o
Because FreeBSD has a single source tree that is controlled by a core team, it tends to be more stable that Linux, and therefore is often more suitable for a production environment. The main drawback to this is that new features are not always implemented as quickly in FreeBSD as in Linux. There is a trade-off here. Do you want stability for a production environment? Or, do you want the latest gizmos and gadgets to play with at the expense of performance and stability?

o
Both linux and FreeBSD have their good and bad points, and unless you are going to constructively point them out, don’t say anything.

Copy paste dari http://www.ltn.lv/~ac/UNIXvsLINUX.html

lumayan buat nambah2 wawasan :D

om Onno

Yogyakarta – Perhelatan National Innovative Teacher Competition di Yogyakarta turut menghadirkan penggiat teknologi informasi Onno W. Purbo. Kepada 30 guru yang mengikuti acara ini, Onno membagikan ilmunya mengenai pemanfaatan TI.

Dengan gaya khasnya, mantan dosen ITB ini memaparkan bahwa solusi agar orang Indonesia melek TI adalah dengan berpikir secara Indonesia. Pasalnya, pemikiran yang diberikan negara maju biasanya tidak manjur karena mereka cenderung mengumbar pemecahan masalah yang hanya cocok untuk negara maju juga.

“Solusi untuk orang kaya dan orang miskin itu beda,” tegas Onno.

Untuk itulah orang Indonesia perlu memikirkan metode untuk mengatasi keterbelakangan TI secara mandiri. Misalnya saja, kata Onno, saat ini sudah ada inisiatif RT/RW net agar semakin banyak orang melek internet dengan cara berlangganan internet secara bersama-sama agar bisa hemat.

Demikian pula dengan adanya perangkat wajanbolic yang menurut Onno, benar-benar khas Indonesia. Cukup bermodal antena wajan, orang bisa memperoleh koneksi internet.

Dikagumi Luar Negeri

Jika solusi yang khas Indonesia itu sukses, Onno meyakini bahwa dunia internasional akan turut mengapresiasi. Misalnya saja soal wajanbolic, beberapa negara berkembang telah mengundang para pakar TI tanah air untuk membantu mengimplementasikannya.

“Orang Indonesia itu memang miskin, tapi bukan berarti bodoh. Perangkat yang kita buat tidak harus canggih, namun yang pasti harus bermanfaat,” tambah pria yang telah menghasilkan beberapa buku TI ini.

Onno sendiri mengaku sudah berkali-kali diundang ke luar negeri untuk mempresentasikan perkembangan TI yang khas Indonesia. Hal ini sering kali membuat orang-orang asing yang berasal dari negara yang lebih maju dari Indonesia pun menjadi terkagum-kagum. Misalnya saja saat Onno tampil di Denmark, ia ingin sekali menunjukkan bahwa Indonesia punya potensi besar dalam bidang TI.

sumber : http://detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/07/tgl/24/time/080103/idnews/976882/idkanal/398

what a wonderful world

Get the Flash Player to see this content.

what do you think about this world…. Read more »

Yang Paling

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka-Teki):

Imam Ghazali = “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid 1 = “Orang tua”
Murid 2 = “Guru”
Murid 3 = “Teman”
Murid 4 = “Kaum kerabat”
Imam Ghazali = “Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati (QS Ali-Imran:185).”

Imam Ghazali = “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
Murid 1 = “Negeri Cina”
Murid 2 = “Bulan”
Murid 3 = “Matahari”
Murid 4 = “Bintang-bintang”
Iman Ghazali = “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.”

Iman Ghazali = “Apa yang paling besar didunia ini?”
Murid 1 = “Gunung”
Murid 2 = “Matahari”
Murid 3 = “Bumi”
Imam Ghazali = “Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (QS Al A’raf:179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

IMAM GHAZALI=”Apa yang paling berat didunia?”
Murid 1 = “Baja”
Murid 2 = “Besi”
Murid 3 = “Gajah”
Imam Ghazali = “Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (QS Al-Azab:72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.”

Imam Ghazali = “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
Murid 1 = “Kapas”
Murid 2 = “Angin”
Murid 3 = “Debu”
Murid 4 = “Daun-daun”
Imam Ghazali = “Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.”

Imam Ghazali = “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?”
Murid-Murid dengan serentak menjawab = “Pedang”
Imam Ghazali = “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.”

sumber :  bang syarifl 

Lagu cinta lagi

Get the Flash Player to see this content.

Aku jatuh cinta, ‘tuk sekian kali

Baru kali ini kurasakan
Cinta sesungguhnya
Tak seperti dulu
Kali ini ada pengorbanan Read more »

lagu cinta

gw gak tau kayaknya enak banget waktu denger lagu ini, check this out

Get the Flash Player to see this content.

Lagu Cinta – Crossbottom

dinda sabarlah menanti
takkan lama lagi
saat musim berganti
aku kembali
percayalah, hati ini sepi
rindu akan hadirmu

reff: cahaya hidupmu
penerang jalanku
kaulah irama dalam laguku

tak terasa dua tahun sudah
kita tak berjumpa
hanya rangkaian kata
pengobat rindu yang terasa semakin dalam
ingin segera pulang
peluk dan cium keningmu

repeat reff

segera pulang
sepi tanpamu

punya blog baru euy :D

akhirnya kesampean juga pengen maenan wordpress sendiri.

maaf ya hasil anak baru belajar, iya webnya disini neh

http://unilanet.unila.ac.id/~riski

mohon masukannya.

Ande Ande Lumut

Ande Ande Lumut adalah cerita rakyat yang berasal dari Jawa. Cerita ini dikenal dalam berbagai versi. Versi yang banyak dikenal adalah yang mengaitkan dengan sejarah bersatunya kembali kerajaan Daha dan Kediri.

Dengerin dulu neh lagunya :)

Get the Flash Player to see this content.

Cerita ini mengisahkan tentang Pangeran Kusumayuda yang bertemu dengan Klenthing Kuning, si bungsu dari empat bersaudara anak seorang janda di desa tempat ayah Pangeran Kusumayuda memerintah. Diam-diam mereka saling mengingat. Dalam hati, Pangeran Kusumayuda tahu, gadis seharum bunga mawar itu adalah calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang paling sempurna. Sayang, mereka tak pernah bertemu lagi.

Beberapa tahun kemudian, seorang pemuda tampan bernama Ande Ande Lumut mengumumkan bahwa dia sedang mencari istri. Tak seperti gadis-gadis desa lain dan juga saudara-saudara Klenting Kuning lainnya, Klenting Kuning enggan pergi sebab dia masih mengingat Pangeran Kusumayuda. Namun berkat nasehat dari bangau ajaib penolongnya, maka akhirnya Klenthing Kuning pun turut serta.

Dalam perjalanannya, ternyata mereka harus menyeberangi sungai yang dalam. Pada saat itu, munculah penjaga sungai Yuyu Kangkang yang bebentuk kepiting raksasa. Si Yuyu menawarkan untuk menyeberangkan mereka dengan catatan diberi imbalan ciuman. Karena terburu-terburu, semua gadis-gadis desa yang lain segera saja menyetujuinya, dengan pemikiran bahwa sang pangeran tidak akan mengetahuinya. Hanya si bungsu Klenting Kuning yang enggan untuk mencium si Yuyu. Dengan kepandaiannya, si bungsu dapat menyeberang tanpa harus mencium si Yuyu. Karena hanya si bungsu yang tidak mencium si Yuyu, jadilah Ande Ande Lumut memilih si bungsu sebagai pendampingnya. Klenting Kuning baru sadar bahwa pemuda Ande Ande Lumut adalah Pangeran Kusumayuda yang dicintainya.

sumber : id.wikipedia.org

Lagu gw waktu kecil

wew, ada yang posting video lagu keren di utube,

lagu ini, ngingetin gw sewaktu gw kecil, tetangga gw ada yang sering nyetel lagu ini,

trus lagi, sewaktu gw di TK lagu ini diputer untuk lomba apa perpisahan gitu di TK gw….

yah pokoknya nikmatin aja lagu berikut hehehehe…

Get the Flash Player to see this content.

thanks to kak gigih, nice posting