Jun 21

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.

Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar pipi temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : “HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU”

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia
menulis disebuah batu: ” HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU”

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya: “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu ?”

Temannya sambil tersenyum menjawab : “Ketika seorang sahabat melukai kita,kita harus menulisnya diatas pasir, agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut, dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita,agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah yang telah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir.

“Life is an everlasting learning, learn how to be honest to your own heart and learn to have a big opened heart to love deeply and to forgivequickly.”

written by kuramdhani

Jun 21

Ketika tubuh pertama kali diciptakan, semua bagian ingin menjadi bos. Pertama-tama sang otak berkata, “Saya harus menjadi bos karena saya mengendalikan seluruh fungsi dan respon tubuh.” Lalu kaki berkata, “Kami harus menjadi bos, karena kita menopang otak dan membawa kemana pun ia ingin pergi.” Tangan menimpali. “Kami yang harus menjadi bos, karena kami melakukan semua pekerjaan dan mencari uang.”Demikian pertengkaran itu terus berlangsung, dari sang hati, lalu paru-paru, mata; sampai pada akhirnya kemudian giliran (maaf) pantat angkat bicara. Semua menertawakan ide untuk menjadikan pantat sebagai bos. Sebagai pelampiasan rasa kesal, akhirnya pantat mogok bekerja, ia menutup lobangnya.

Kontan dalam waktu singkat, kedua belah mata terbeliak, tangan, kaki, jantung, dan paru-paru mulai panik, sementara si otak mulai merasakan demam. Akhirnya mereka sepakat dan memutuskan, sang pantatlah yang paling pantas menjadi bos, dan segala ketidak nyamanan pun lewat. Semua bagian tubuh lain kembali bekerja, sementara si bos, duduk-duduk, sabil mengeluarkan (maaf lagi) segala kotoran.

“Teman, jangan melihat sesuatu hanya dari bentuk fisiknya saja, barangkali dia memiliki kelebihan yang tidak kita ketahui sebenarnya. Karena kita tak hanya memerlukan otak sebagai bos; pantat pun bisa.”

written by kuramdhani

Jun 21

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…
Allah SWT dapat menenangkanmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelpon…
Allah SWT selalu berada disampingmu.

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang…
Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya dan
Dia telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.

Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas…
Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu dan Dia sedang mempersiapkan segala
yang terbaik untukmu.

Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan….
Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Allah SWT sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur….
Allah SWT telah memberkahimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban….
Allah SWT telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi…
Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap….
Allah SWT Maha Mengetahui.

written by kuramdhani

Jun 21

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannnya, tetapi keputusannya sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan kepada tugas terakhirnya itu. Ia pun mengerjakan proyek itu dengan ogah-ogahan. Ia hanya menggunakan bahan baku sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Tentu, hasilnya bukanlah sebuah rumah yang berkualitas baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu,” katanya, “hadiah dari kami.” Betapa terperanjatnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus, buah karyanya sendiri.

“Teman, ingatlah bahwa hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri.”

written by kuramdhani

Jun 21

Orang yang terbiasa tertawa-tawa mendapati suasana yang sepi menjadi sunyi, bila tidak kunjung diobati. Sedangkan menurut Yahya Mu’adz Razy sebagaimana dikutip al-Faqih ada empat hal yang dapat menjadi obat bagi mereka yang terkena “penyakit” seperti ini, yaitu:

1. Ingat akan dosa-dosa yang telah diperbuat selama ini.
2. Sibuk dengan bekerja (memenuhi nafkah) untuk diri dan keluarga.
3. Ingat bahwa jatah umur yang ada tinggal sedikit, dan akan datang kehidupan baru diakhirat.
4. Memperhatikan setiap musibah yang menimpa, baik diri keluarga maupun orang lain.

Sementara itu, Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Ada tiga hal yang membuatku tertawa:

a. Aku tertawa melihat orang yang berangan-angan panjang dengan dunia padahal maut tengah mengejarnya.
b. Orang yang lengah sedang maut tak pernah lengah darinya.
c. Serta orang yang tertawa dengan mulut yang terbuka penuh sementara ia tidak tahu apakah perbuatannya itu
mengandung amarah Rabbnya atau Ridha-Nya

written by kuramdhani

Jun 21

Tuhan bersabda,
•    Bila Ku-ciptakan seorang wanita, ia haruslah istimewa.
•    Ku-buat bahunya cukup kuat untuk memikul seisi dunia; tapi cukup lembut untuk bersandar…
•    Ku-anugerahinya ketahanan menghadapi rasa sakit kala melahirkan dan penolakan yang acap datang dari anak-anaknya…
•    Ku-limpahkan ketabahan untuk bertahan ketika orang lain telah menyerah dan menjaga keluarganya melalui rasa sakit dan lelah tanpa keluh kesah
•    Ku-berikan kehalusan rasa untuk mencintai anak-anaknya di setiap dan segala keadaan bahkan ketika anak-anak telah amat menyakiti hatinya
•    Kepekaan yang sama yang membuat lelap tidur anak-anaknya;serta menjadi tempat bercurah rasa dan berlindung ketika mereka menginjak remaja
•    Ku-berikan kekuatan untuk menanggung kesalahan-kesalahan suaminya, dan Ku-patutkan dari tulang rusuknya, guna melindungi jantung hatinya
•    Ku-berikan kebijakan untuk mengerti bahwa suami yang baik tak pernah menyakiti hati isterinya, melainkan kadangkala menguji kekuatan dan ketabahan dalam mendampinginya tanpa pamrih
•    Ku-berikan airmata untuk dicucurkan. Adalah haknya untuk penuh menggunakannya kapan pun ia perlukan. Itulah satu-satunya kelemahan miliknya, airmata kehidupan.

written by kuramdhani

Jun 21

Seekor burung kecil terbang ke selatan menghindari musim dingin. Kala itu begitu dingin, sang burung kedinginan, dan jatuh ke sebuah tanah lapang. Ketika ia tergeletak di sana, seekor sapi lewat, dan membuang segepok -maaf¬- kotoran. Dengan terbaring di atas kotoran sapi, sang burung mulai merasakan kehangatannya. Karena kotoran sapi itu melelehkan kebekuan tubuhnya. Ia pun terus berbaring dan merasa bahagia, dan mulai menyanyi dengan gembira. Seekor kucing yang lewat mendengar burung bernyanyi dan mendekat menyelidik. Mengikuti suara, ia menemukan burung yang berselimut kotoran sapi, dan dengan sigap membongkar dan melahap burung tersebut.

Pelajaran :
•    Tidak setiap orang yang melempar kotoran ke tempat anda adalah musuh
•    Tidak semua orang yang membebaskan anda dari kotoran adalah kawan
•    Dan saat anda berada dalam tumpukan kotoran, tetaplah tutup mulut

written by kuramdhani

Jun 21

Seekor ayam kalkun tengah bercengkerama dengan seekor kerbau. “Saya sungguh ingin dapat naik ke puncak pohon itu,” kata si ayam kalkun, “tapi saya tak cukup punya energi.” “Heemm…, kenapa kamu tidak menyantap sedikit -maaf- kotoranku,” jawab si kerbau. “Di dalamnya kaya terkandung zat gizi.”

Sang kalkun lalu mematuk-matuk kotoran kerbau, dan spontan dia merasakan memperoleh kekuatan yang cukup untuk meraih dahan pertama. Esok harinya, setelah menyantap kotoran secukupnya, ia merengkuh dahan berikutnya. Akhirnya, selepas dua pekan, ia dengan bangga berhasil mencapai puncak pohon. Tiba-tiba seorang petani membidiknya, lantas menembaknya jatuh dari atas pohon.

Pelajaran : Omong kosong boleh jadi membawa anda ke puncak, tapi tidak akan dapat mempertahankannya.

written by kuramdhani

Jun 21

Jelas, bertekad untuk mewujudkan cita-cita (mimpi) dengan mengerahkan segenap kesungguhan dan melakukannya secara bertahap sangat berbeda dengan berangan-angan tanpa melakukan satu apapun, karena itu berarti anda masih terus bermimpi.

“Bergegaslah bangun dari mimpi, atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam …!”

written by kuramdhani

Jun 21

Masih teringat aku akan nasihat darimu
Oh ayah bundaku tercinta
Masih dapatkah aku membalas budi baikmu
Yang telah mencurahkan kasih sayangmu

Ya Allah berikanlah mereka
Tempat yang paling mulia
YaAllah karuniakanlah mereka
Kebahagiaan dunia dan akhir masa
Kabulkanlah Do`aku ya Allah

Ayah bundaku maafkanlah aku
Yang tak pernah mendengar nasihatmu
Ayah bundaku maafkan anakmu
Yang tak dapat membalas budi baikmu

written by kuramdhani