Jul 15

Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal ra dari Ibnu Abbas ra, ia berkata :”Kami bersama Rasulullah saw berada di rumah seorang sahabat dari golongan anshar dalam sebuah jamaah.
Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : ” Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku. ”
Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat, “apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?”
Para sahabat menjawab, “Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Rasulullah saw berkata, “Dia adalah Iblis yang terkutuk -semoga laknat Allah atasnya-.
Umar bin Khattab ra berkata, ” Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkan aku untuk membunuhnya ?”
Nabi berkata pelan, “Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan ?” Sekarang silahkan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah swt. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan disampaikan kepada kalian !”
Ibnu Abbas berkata : “Maka dibukalah pintu, kemudian iblis masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai, rambutnya panjang seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya memanjang (terbelah ke atas, tidak kesamping), kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan/kerbau.
Dia berkata, “Assalamu’alaika ya Muhammad. assalammu’alaikum ya jama’atul muslimin”.
Nabi menjawab, “Assalamu lillah ya la’iin” (keselamatan hanya milik Allah swt, wahai mahluk yang terlaknat. Aku telah mengetahui engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai iblis ?”
Iblis berkata, “Aku datang bukan karena keinginanku sendiri ya Muhammad, tetapi karena terpaksa (diperintah) . Aku didatangi oleh malaikat dan ia berkata, “Sesungguhnya Allah swt menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad saw dalam keadaan hina. Engkau harus memberitahu bagaimana tipu muslihat, godaanmu, dan rekayasamu terhadap bani adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepadamu. Karena jika engkau berbohong, niscaya Allah akan menjadikanmu debu yang dihempas angin dan serta azab yang amat keras akan menimpamu hingga musuh-musuhmu senang.”"Wahai Muhammad tanyakanlah padaku apa yang engkau inginkan. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku akan musibah yang menimpa aku.”
Rasulullah saw kemudian bertanya : Siapakah orang yang paling kamu benci ?
Iblis menjawab : “Engkaulah Muhammad yang paling kubenci dan orang-orang yang mengikutimu. ” Lalu anak muda yang bertaqwa, lalu orang yang alim dan wara’ (berhati-hati dalam hal syubhat), lalu orang-orang yang menjaga diri dalam keadaan suci (terjaga wudhunya), lalu orang miskin yang sabar dan tidak berkeluh kesah, lalu orang kaya yang bersyukur, yakni yang mengambil dan meletakkan hartanya pada tempat yang halal.
Rasulullah bertanya lagi, “Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat?”
Iblis menjawab : ” Aku merasa panas dan gemetar. Karena sesungguhnya jika manusia bersujud sekali saja, Allah akan mengangkat derajatnya satu tingkat.”
Rasul saw : “Jika mereka shaum?”
Iblis : “Aku terbelenggu hingga mereka berbuka puasa.”
Rasul saw : Jika mereka menunaikan haji ?”
Iblis : “Saya menjadi gila.”
Rasul saw : “Jika mereka membaca al-qur’an ?”
Iblis : “Saya meleleh seperti timah diatas api.”
Rasul saw : “Jika mereka berzakat ?”
Iblis : “seakan-akan ia memotongku dengan gergaji menjadi dua.”
Rasul saw : “Mengapa demikian ?”
Iblis : ” Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Allah menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang berzakat itu disenangi makhluk-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. Keempat, Allah mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya.”
Rasul saw : “Apa pendapatmu tentang Abu Bakar ?”
Iblis : ” Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah dia tidak taat padaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa islam.”
Rasul saw : “Apa pendapatmu tentang Umar?”
Iblis : “Demi Tuhan, tiada aku bertemu dengannya kecuali aku lari darinya.”
Rasul saw : “Apa pendapatmu tentang Utsman?”
Iblis : “Aku malu dengan orang yang malaikat saja malu padanya.”
Rasul saw : ” Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?”
Iblis : :Andai saja aku dapat selamat darinya, dan tidak pernah bertemu dengannya, dan ia meninggalkanku dan aku pun meninggalkannya. Akan tetapi dia tidak pernah melakukan hal itu.”
Rasul saw : “Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu hingga hari kiamat.”
Iblis : “Hay-hata hay-hata (tak mungkin, tak mungkin). Mana bisa umatmu bahagia seementara aku hidup dan tidak mati hingga hari kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu, sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui aliran darahnya sedang mereka tidak sadar. Demi Tuhan Yang menciptakanku dan membuatku menunggu hingga hari kebangkitan, akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh, maupun yang pandai, yang buta huruf maupun yang tidak, yang kafir dan yang suka beribadah. Kecuali hamba yang mukhlis.”
Rasul saw : “Siapa yang mukhlis menurutmu ?”
Iblis : ” Jika aku melihat orang yang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu dia ikhlas karena Allah. Maka aku tinggalkan dia. Tak tahukan engkau bahwa cinta harta, cinta kedudukan, dan sombong adalah termasuk dosa besar. Hai Muhammad sesungguhnya aku punya 70 ribu anak. Setiap anak dari mereka punya 70 ribu syaithan. Diantara mereka aku tugaskan menggoda golongan ulama, sebagian lagi anak muda, kemudian orang2 tua juga orang2 lemah. Sebagian lagi aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin ibadah dan kaum zuhud. Lalu syaithan mengambil keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas, tapi mereka tak merasa. Apakah engkau tidak tahu , wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barang siapa berbohong ia adalah temanku. Dan barang siapa berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, “Demi Allah aku adalah penasihat kamu berdua. Maka sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan keburukan orang lain dan namimah, mengadu domba adalah buah kesukaanku. Barang siapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa, meskipun hanya sekali dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiamat, maka anak-anak mereka adalah hasil zina. “Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang mengakhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dan aku goda dia. Kemudian aku berkata padanya, masih ada waktu, sementara engkau sibuk.” Sehingga dia mengakhirkan shalatnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim syaithan untuk berbisik padanya, “lihatlah kiri dan kananmu. Lalu ia menengok. Saat itulah aku usap wajahnya dan aku cium mukanya. Jika ia menang atasku, ketika ia shalat sendirian, aku perintahkan ia untuk shalat dengan tergesa-gesa, seperti ayam mematuk biji-bijian. Sedang jika shalat berjamaah, aku cambuk dia, lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Jika ia masih menang atasku, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menutup mulutnya, syaithan akan masuk ke dalam perutnya dan dengan begitu ia bertambah rakus dan cinta terhadap dunia.”Bagaimana umatmu bahagia sedang aku mennyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, “Shalat tidak wajib atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan nikmat dari Allah.” Demikian pula aku katakan pada orang-orang yang sakit, “Tinggalkanlah shalat, sebab ia hanya wajib bagi orang2 yang sehat.”
Rasul saw : “Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?”
Iblis : “Pemakan riba.”
Rasul saw : “Siapa teman kepercayaanmu? ”
Iblis : “Pezina”.
Rasul saw : Siapa teman tidurmu ?”Iblis : “Orang yang mabuk.”
Rasul saw : Siapa tamumu ?”
Iblis : “Pencuri”.Rasul saw : ”
Siapa utusanmu?”Iblis : “Tukang sihir”
Rasul saw : “Apa yang kamu sukai?”
Iblis : “Orang yang bersumpah cerai”.
Rasul saw : “Siapa kekasihmu ?”
Iblis : “Orang yang meninggalkan shalat jum’at”
Rasul saw : ” Wahai terlaknat, apa yang memotong punggungmu?”
Iblis : “Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah”.
Rasul saw : “Apa yang melelehkan badanmu ?”
Iblis : “Taubatnya orang-orang yang bertaubat”.
Rasul saw : ” Apa yang membuat panas hatimu ?”
Iblis : “Istighfar yang banyak kepada Allah siang dan malam.”
Rasul saw : ” Apa yang membuat wajahmu muram (merasa malu dan hina)?”
Iblis : “Zakat secara sembunyi-sembunyi. ”
Rasul saw : “Apa yang membutakan matamu?”
Iblis : “Shalat di waktu sahur (shalat tahajud).”
Rasul saw : “Apa yang memukul kepalamu?”
Iblis : “Memperbanyak shalat berjama’ah.”
Rasul saw : “Siapa yang paling bisa membahagiakanmu? ”
Iblis : “Orang yang dengan sengaja meninggalkan shalat.”
Rasul saw : “Siapa menurutmu manusia yang paling celaka?”
Iblis : “Orang yang kikir.”
Rasul saw : “Siapa yang menyita pekerjaanmu? ”
Iblis : “Majlis-majlis Ilmu.”Rasul saw : “Bagaimana kamu makan?”
Iblis : “Melalui tangan manusia yang makan dengan tangan kiri.”
Rasul saw : “Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas?”
Iblis : “Dibalik kuku-kuku manusia.”
Rasul saw : “Berapa keperluanmu yang kau mintakan pada Allah?”
Iblis : “Sepuluh perkara…., yaitu :
1. Aku minta kepada Allah swt, agar saya dapat bersekutu dalam diri bani adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Seperti dalam surat Al-Isra : 64.
2. Setiap harta yang tidak disalurkan zakatnya maka saya ikut memakannya. Juga setiap harta yang tidak dimohkan perlindungan kepada Allah dari syaithan yang terkutuk.
3. Setiap suami istri yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari syaithan ketika bersetubuh, maka aku ikut bersetubuh. Hingga akhirnya akan melahirkan anak yang mendengar lagi taat kepadaku.
4. Saya akan menjadi teman setia seseorang yang pergi keluar mencari penghasilan yang tidak dihalalkan.
5. Memiliki rumah yaitu kamar mandi.
6. Memiliki masjid yaitu pasar.
7. Memiliki Al-quran, maka syair dan lagu adalah al-qur’anku.
8. Memiliki adzan, maka terompetlah adzanku.
9. Memiliki tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku.
10. Memiliki teman dekat, maka orang-orang yang menginfakkan kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. Ia kemudian membaca surat Al-Isra ayat 27.

Rasul saw : “Andaikata setiap perkataanmu tidak didukung oleh Kitabullah tentu aku tidak membenarkanmu. “Iblis : “Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak menyesatkan sedikitpun. tetapi hanya mengganggu dan menghiasi. Andaikata saya punya hak untuk itu, tentu tak akan saya biarkan seorangpun masih dapat mengucapkan dua kalimat syahadat, serta shalat dan berpuasa. Sebagaimana dirimu yang tidak berhak memberi hidayah sedikitpun kepada siapa saja, andaikata engkau berhak tentu kaupun tidak akan membiarkan satupun manusia dalam keadaan kafir di mukabumi ini. Akan tetapi engkau hanya seorang utusan dari Allah swt. dan engkau hanyalah hujjah Tuhan terhadap mahluk-Nya. Sementara saya adalah hanya sebagai sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah ditentukan oleh Allah untuk celaka.” Kemudian Rasulullah saw membacakan Qs.11:118-119,
“Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mrk senantiasa bersellisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.
Kalimat Rabbmu telah ditetapkan : “Sesungguhnya Aku akan penuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.”

Wallahu ‘alam bishawab,Dengan senantiasa memohon perlindungan pada Allah dan bertaubat padaNya semoga kita dapat selamat dalam menjalani kehidupan ini dari langkah-langkah syaithan yang terkutuk. Amin

written by kuramdhani

Jul 13

Banyak di antara kita yang sadar bahwa kebiasaan melakukan penundaan adalah tindakan yang harus dihindarkan. Namun berapa banyak pula yang belum mampu untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Setelah melakukan penundaan, kemudian sadar dan berjanji dalam hati untuk tidak melakukannya lagi di waktu yang akan datang.

Namun bila tiba waktunya, sering kali kita lupa akan janji kita sendiri dan kemudian akan menundanya lagi. Karena ini merupakan suatu kebiasaan, sulit sekali untuk merubahnya. Oleh karena kita sudah ahli dalam menunda, maka kita seharusnya bisa menggunakan keahlian kita dalam menunda untuk menunda penundaan itu sendiri.

Maka bila engkau menunda pelaksanaan dari rencana-rencanamu,
sebetulnya engkau sedang menunda kedatangan kesejahteraan, kebahagiaan dan kecemerlangan yang menjadi impian-impian hatimu.

( And You Are Asking Me How Your Future Will Look Like )

Mulai sekarang kita mulai untuk tidak menunda-menunda rencana-rencana kita. Terutama rencana untuk meraih sebuah kehidupan yang sejahtera, membahagiakan dan cemerlang.

Dan engkau tidak boleh membiarkan hatimu sendiri kehilangan hormat kepadamu,
karena engkau menggemarkan dirimu menunda pelaksanaan dari sesuatu yang hasilnya penting bagi kehidupanmu.

Kualitas masa depanmu sangat bergantung kepada kualitasmu hari ini

( And You Are Asking Me How Your Future Will Look Like )

written by kuramdhani

Jul 12

Where did we come from?
Why are we here?
Where do we go when we die?
What lies beyond
And what lay before?
Is anything certain in life?

They say ” Life is too short”
“The here and the now”
And ” You`re only given one shot”
But could there be more
Have I lived before
Or could this be all that we`ve got?

If I die tomorrow
I`d be alright
Because I believe
That after we`re gone
The spirit carries on

I used to be frightened of dying
I used to think death was the end
But that was before
I`m not scared anymore
I know that my soul will transcend

I may never find all the answers
I may never understand why
I may never prove
What I know to be true
But I know that I still have to try

If I die tomorrow
I`d be alright
Because I believe
That after we`re gone
The spirit carries on

“Move on, be brave
Don`t weep at my grave
Because I`m no longer here
But please never let
Your memories of me disappear”

Safe in the light that surrounds me
Free of the fear and the pain
My questioning mind
Has help me to find
The meaning in my life again
Victoria`s real
I finally feel
At peace with the girl in my dreams
And now that I`m here
It`s perfectly clear
I found out what all of this means

If I die tomorrow
I`d be alright
Because I believe
That after we`re gone
The spirit carries on

written by kuramdhani

Jun 25

Di mana ada kehadiran, di sana ada kehidupan.

Dan bila kehadiran itu penuh kecintaan, kehidupan itu adalah kehidupan yang indah.

Cinta dan kecintaan adalah kekuatan yang menjadikan keberadaan kita di dalam kehidupan ini – sebuah kehidupan yang bernilai.

Anda tidak dapat disebut sepenuhnya hidup, bila Anda tidak sepenuhnya hadir dalam hubungan Anda dengan orang lain. Kehadiran Anda yang penuh kasih sayang-lah, yang menjadikan Anda pribadi yang kehadirannya dirindukan oleh banyak orang. Ingatlah, bahwa cinta adalah pengutuh kehadiran.

Anda yang berhati penuh kasih sayang, akan menjadi kecintaan dari ribuan jiwa yang mengenal Anda; karena tanpa memberi – kasih sayang Anda adalah pemberian yang memuliakan.

Maka janganlah hanya hadir. Hadirlah dengan penuh kesungguhan untuk memajukan, mengangkat, dan memuliakan semua yang keberadaannya dihadiahkan kepada Anda.

Cinta dan kecintaan adalah pengindah dari semua kebersamaan.

Siapa pun yang Anda sahabati dengan penuh kecintaan, akan menjadi pribadi yang kebahagiaannya adalah pengindah kehidupan Anda.

Perhatikanlah bagaimana pribadi-pribadi kecintaan hati Anda itu tumbuh dan merona dengan kebahagiaan, saat Anda mendahulukan kesyukuran atas waktu dan kegembiraan dalam kebersamaan Anda dengan mereka.

Perhatikanlah bagaimana keluarga yang sederhana bisa membesarkan anak-anak yang bernilai, melalui kebersamaan yang penuh kasih?

Bukan kurang cantik dan tampannya pasangan hidup – yang tidak membahagiakan kita, tetapi kurang cantiknya upaya kita untuk saling mencintai.

Kekasih yang sempurna tidak akan kita temukan, tetapi kita masih tetap bisa membangun keindahan kecintaan kita kepada satu sama lain. Kelihatannya, yang kita sebut sempurna itu adalah kualitas terbaik dari yang bisa kita upayakan.

Kecintaan adalah pemungkin bagi kualitas tertinggi.

Apa pun yang Anda sentuh dengan penuh kecintaan, akan mencapai kualitas tertingginya.

Satu-satunya cara untuk mencapai hasil dengan kualitas tertinggi adalah bekerja dengan kecintaan tertinggi kepada yang sedang dikerjakan. Kesungguhan yang menjadi tanda adanya kecintaan itu, akan memungkinkan tercapainya hasil terbaik dari seburuk-buruknya alat dalam seburuk-buruknya keadaan.

Tetapi, perhatikanlah bagaimana alat dan perlengkapan yang sempurna gagal untuk mencapai hasil yang baik, bila tidak ada kecintaan di dalam pekerjaannya?

Bila semakin sedikit dan kecil yang kita miliki sebagai awalan, maka semakin besar dan dalam-lah kecintaan yang harus kita tepatkan bagi pekerjaan kita.

Kecintaan adalah pengutuh kekuatan.

Bila dibandingkan dengan tantangan yang menghadapi kita dalam perjalanan menuju kecemerlangan hidup, tidak ada pribadi yang lebih kuat dari yang lain.

Di hadapan bukit granit yang menghalangi aliran sungai menuju sawah dan ladang kita, setiap orang di antara kita berbadan sama lemahnya. Kita semua sama lemahnya.

Yang berbeda adalah pribadi yang menguatkan diri.

Anda hanya berbeda, bila Anda menguatkan diri.

Maka perhatikanlah ini, tugas kita bukanlah menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar, tetapi melakukan sekecil-kecilnya pekerjaan dengan sebesar-besarnya kecintaan.

Bila pengetahuan dan kepandaian digunakan oleh pribadi yang penuh kecintaan seperti Anda, hanya langitlah yang bisa membatasi apa yang bisa Anda capai.

Cinta dan kecintaan adalah kualitas yang memperkaya orang miskin, dan ketiadaannya adalah yang memiskinkan para hartawan.

Apapun menjadi indah dalam pandangan yang mencintai, seperti apapun menjadi merdu dalam pendengaran yang mengasihi. Dan apapun menjadi lembut dalam sentuhan yang pengasih, seperti apapun terasa nikmat bagi hati yang penyayang.

Cinta dan kecintaan adalah pengaya yang sesungguhnya.

Dan yang ini harus Anda perhatikan. Bila Anda penyayang, Anda akan menjadi pemberi. Dan karena Anda memberi, Anda banyak menerima. Ketahuilah, kasih sayang mengubah pemberian menjadi penerimaan.

Ingatlah, bahwa hanya memiliki harta – tidak menjadikan kita kaya;  bahwa bukan jumlah dan kualitas harta yang menjadikannya kekayaan, tetapi cinta dan kecintaan di dalam mendapatkan, memelihara, dan berbagi-lah yang menjadikan sebuah kehidupan itu kaya.

Cinta dan kecintaan-lah yang menjadikan apapun sebagai harta, dan yang kemudian menjadikan harta itu sebagai kekayaan.

Cinta dan kecintaan-lah yang memperkaya kehidupan.

Maka sambutlah hari ini dengan penuh kecintaan, syukurilah waktu-waktu tambahan yang masih diperkenankan bagi Anda untuk berkeluarga, bersaudara, bekerja, dan menjadi bagian yang penting dari kehidupan ini.

written by kuramdhani

Jun 25

Kita harus membangun kualitas dan penampilan pribadi yang membuat orang lain mendudukkan diri kita didepan.

Mengedepankan diri membutuhkan kesungguhan dan cara-cara yang baik untuk menjadikan diri kita sebagai pribadi yang pantas dikedepankan

Dalam kehidupan ini, seringkali kita mendapat perlakuan yang meninggikan dan juga perlakukan yang merendahkan. Seiring dengannya nilai dari diri terkadang terpengaruh mengikuti arus perlakuan tersebut, terkadang bergerak menjadi lebih tinggi dan juga lebih rendah.

Diilustrasikan mengenai nilai yang ada pada 3 botol minuman.

Ketiga botol minuman ini dibuat di tempat peracikan yang sama, yang memiliki kualitas dan cita rasa yang sama. Namun harus terpisahkan, menuju tempat pemberhentian yang berbeda.

Pemberhentian yang pertama adalah sebuah pasar yang ramai dikunjungi orang. Di sana, botol pertama diturunkan dan dipajang di rak, dan kemudian dibeli seharga Rp 3.000 yang tersaji dalam sebuah kantung plastik yang terisi bongkahan es.

Pemberhentian yang kedua adalah sebuah pusat pembelanjaan yang besar. Di sana, botol kedua diturunkan dan disimpan di dalam kulkas supaya dingin, dan dibeli seharga Rp 6.000 yang tersaji dalam sebuah gelas kertas yang terisi batuan es.

Pemberhentian yang ketiga adalah sebuah hotel bintang lima. Di sana, botol ketiga diturunkan dan baru akan dikeluarkan ketika ada pesanan. Minuman ini dibeli seharga Rp 30.000 yang tersaji dalam sebuah gelas kristal yang terisi butiran es.

Akan timbul pertanyaan, mengapa ketiga botol tersebut memiliki harga yang berbeda, sedangkan ketiganya memiliki isi, kualitas, cita rasa yang sama dan berasal dari tempat yang sama ?

Ilustrasi mengenai botol minuman ini mungkin dapat mencerminkan yang terjadi pada diri kita.

Botol yang berada dalam lingkungan yang biasa, akan lebih sulit untuk terlihat lebih baik.

Botol yang disajikan dengan cara yang biasa, akan lebih sulit untuk terhargai lebih tinggi.

Diri baik yang tidak ditempatkan dalam lingkungan yang baik, akan lebih sulit untuk terlihat lebih baik.

Diri baik yang tidak ditampilkan dengan cara yang baik, akan lebih sulit untuk terhargai lebih tinggi.

Kualitas yang bisa kita capai dalam kehidupan ini ditentukan oleh kualitas pekerjaan dan pertemuan yang kita dahulukan atau yang kita hindari.

Kita sering mendahulukan yang seharusnya kita akhirkan, dan mengakhirkan sesuatu yang seharusnya kita dahulukan.

Maka, dahulukanlah pekerjaan dan pertemuan yang memperkuat, yang membesarkan, dan yang meninggikan Anda

Ternyata diri yang sama : yang memiliki pengetahuan yang sama, kualitas diri yang sama, dan bakat yang sama, dapat terpengaruh (dan dipengaruhi) nilainya bila ditempatkan pada tempat yang berbeda dan dengan tampilan cara yang berbeda.

Yang harus disadari adalah botol-botol tersebut tidak dapat menentukan tempat pemberhentiannya dan bagaimana cara penyajiannya.

Namun diri kita telah diberi kekuatan dan kesempatan untuk dapat menentukan lingkungan tempat pemberhentian kita dan bagaimana cara menampilkan kualitas diri kita.

Menjadi pantas berhasil selalu mendahului keberhasilan,

karena Anda harus menjadi seseorang yang memungkinkan tercapainya keberhasilan – lebih dahulu sebelum keberhasilan itu bisa Anda capai, dan bukan sebaliknya

Apakah kita telah memutuskan untuk berhenti di tempat pemberhentian yang baik ?

Apakah kita telah memutuskan untuk menampilkan kualitas dengan cara yang baik ?

Ingatlah bahwa Nilai Diri kita adalah sebesar makna diri ini bagi orang lain.

Sehingga tempat pemberhentian yang terbaik adalah dimana orang-orang disekitar yang sangat membutuhkan kehadiran kita.

Dan cara menampilkan kualitas yang terbaik adalah dengan memberikan keuntungan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Anda tidak dapat disebut sepenuhnya hidup, bila Anda tidak sepenuhnya hadir dalam hubungan Anda dengan orang lain.

Kehadiran Anda yang penuh kasih sayang-lah, yang menjadikan Anda pribadi yang kehadirannya dirindukan oleh banyak orang.

Ingatlah, bahwa Cinta adalah pengutuh kehadiran.

Dan Kecintaan adalah pengutuh kekuatan.

Apa pun yang Anda sentuh dengan penuh kecintaan, akan mencapai kualitas tertingginya.

written by kuramdhani

Jun 22

dhani_milad-copy.jpg

Hery yang bikinin lho untuk gw!

Manteb…kan???!

written by kuramdhani

Jun 21

Ya. Alloh aku ini insan yang kalah
Balutlah hatiku yang terbelah
Juga terpisah – pisah

Ya.. Alloh hanya pada-Mu aku meminta
Dan hanya pada-Mu ku memohon
Mohon dengan sangat

Ya.. Tuhanku apalagi yang salah dariku
Bersujudku mohon kepada-Mu
Ampuni dosaku

Ya.. Tuhanku hanya engkau yang dapat mengerti
Kesepian yang mencabik diri
Kutak tahan lagi

Oh ya Alloh, jangan biarkan aku terpisah
Terjerat dalam pusaran rindu
Rahasia kasih-Mu

Ya.. Alloh, dia satu antara seribu
Kumohon jangan pisahkan aku
Mohon Dengan sangat

Ya.. Tuhanku apalagi yang salah dariku
Bersujudku mohon kepada-Mu
Ampuni dosaku

written by kuramdhani

Jun 21

Abdullah bin Umar, khalifah yang terkenal sebagai pembangun Bait al Maqdis, suatu hari terserang oleh suatu penyakit. Para asistennya, sangat mengkhawatirkan umur khalifah karena penyakitnya itu.
Ternyata Allah SWT belum berkenan memanggil Abdullah keharibaanNya. Khalifah berangsur-angsur pulih. Setelah agak mendingan keadaannya, Abdullah berniat hendak menyantap ikan panggang. Khalifah kemudian mengutarakan keinginannya itu kepada salah seorang asistennya.
Asisten yang setia itu, segera berusaha untuk memenuhi selera junjungannya. Ia pergi mencari ikan dan setelah mendapatkannya segera dipanggangnyalah ikan tersebut.
Abdullah bin Umar menghadapi ikan panggang yang baru saja diturunkan dari panggangannya. Aromanya begitu memikat, sehingga bertambah seleranya dan ingin segera menyantapnya.
Dalam keadaan yang siap santap itu, tiba-tiba muncul seorang musafir yang tampak sangat kelaparan. Serta merta Abdullah menyuruh pembantunya untuk segera mengangkat hidangan yang ada di hadapannya itu kepada sang musafir. Merasa jerih payahnya tidak dinikmati oleh Abdullah, asisten itu protes. Ia keberatan kalau makanan tersebut diberikan kepada musafir tadi. ” Tapi ini makanan yang dengan sengaja saya buatkan untuk tuan dan sesuai dengan pesanan tuan.” ” Wahai, pembantuku ! Tahukah kamu bila aku memakan makanan ini, maka sebetulnya itu aku lakukan karena aku suka. Karena aku menyenanginya. Tetapi, bila musafir itu memakannya, maka itu ia lakukan karena memang ia butuh. Jadi makanan itu lebih berharga bagi dia daripada untukku. Jangan lupa, Allah SWT berfirman : ” Kalian sekali – kali tidaklah memperoleh kebajikan sehingga kalian menyedekahkan apa – apa yang kalian senangi “.

written by kuramdhani

Jun 21

Di sebuah kota di California, tinggal seorang anak laki2 berusia tujuh tahun yang bernama Luke. Luke gemar bermain bisbol. Ia bermain pada sebuah tim bisbol di kotanya yang bernama Little League. Luke bukanlah seorang pemain yang hebat.
Pada setiap pertandingan, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di kursi pemain cadangan. Akan tetapi, ibunya selalu hadir di setiap pertandingan untuk bersorak dan
memberikan semangat saat Luke dapat memukul bola maupun tidak.
Kehidupan Sherri Collins, ibu Luke, sangat tidak mudah. Ia menikah dengan kekasih hatinya saat masih kuliah.
Kehidupan mereka berdua setelah pernikahan berjalan seperti cerita dalam buku-buku roman. Namun, keadaan itu hanya berlangsung sampai pada musim dingin saat Luke berusia tiga tahun. Pada musim dingin, di jalan yang berlapis es, suami Sherri meninggal karena mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil yang datang dari arah berlawanan. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari pekerjaan paruh waktu yang biasa dilakukannya pada malam hari.
“Aku tidak akan menikah lagi,” kata Sherri kepada ibunya. “Tidak ada yang dapat mencintaiku seperti dia”. “Kau tidak perlu menyakinkanku,” sahut ibunya sambil tersenyum.
Ia adalah seorang janda dan selalu memberikan nasihat yang dapat membuat Sherri merasa
nyaman.
“Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya. Namun jika salah satu dari mereka pergi, akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri daripada ia memaksakan mencari penggantinya.”
Sherri sangat bersyukur bahwa ia tidak sendirian. Ibunya pindah untuk tinggal bersamanya. Bersama-sama, mereka berdua merawat Luke. Apapun masalah yg dihadapi anaknya, Sherri selalu memberikan dukungan sehingga Luke akan selalu bersikap optimis. Setelah Luke
kehilangan seorang ayah, ibunya juga selalu berusaha menjadi seorang ayah bagi Luke.
Pertandingan demi pertandingan, minggu demi minggu, Sherri selalu datang dan bersorak-sorai untuk memberikan dukungan kepada Luke, meskipun ia hanya bermain beberapa menit saja.
Suatu hari, Luke datang ke pertandingan seorang diri. “Pelatih”, panggilnya.
“Bisakah aku bermain dalam pertandingan ini sekarang?
Ini sangat penting bagiku. Aku mohon ?”
Pelatih mempertimbangkan keinginan Luke. Luke masih kurang dapat bekerja sama antar pemain. Namun dalam pertandingan sebelumnya, Luke berhasil memukul bola dan mengayunkan tongkatnya searah dengan arah datangnya bola.
Pelatih kagum tentang kesabaran dan sportivitas Luke, dan Luke tampak berlatih extra keras
dalam beberapa hari ini.
“Tentu,” jawabnya sambil mengangkat bahu, kemudian ditariknya topi merah Luke. “Kamu dapat bermain hari ini. Sekarang, lakukan pemanasan dahulu.” Hati Luke bergetar saat ia diperbolehkan untuk bermain.
Sore itu, ia bermain dengan sepenuh hatinya. Ia berhasil melakukan home run dan mencetak dua single. Ia pun berhasil menangkap bola yang sedang melayang sehingga membuat timnya berhasil memenangkan pertandingan.
Tentu saja pelatih sangat kagum melihatnya. Ia belum pernah melihat Luke bermain sebaik itu. Setelah pertandingan, pelatih menarik Luke ke pinggir lapangan.
“Pertandingan yang sangat mengagumkan,” katanya kepada Luke. “Aku tidak pernah melihatmu bermain sebaik sekarang ini sebelumnya. Apa yang membuatmu jadi begini?”

Luke tersenyum dan pelatih melihat kedua mata anak itu mulai penuh oleh air mata kebahagiaan. Luke menangis tersedu-sedu. Sambil sesunggukan, ia berkata “Pelatih,
ayahku sudah lama sekali meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Ibuku sangat sedih. Ia buta dan tidak dapat berjalan dengan baik, akibat kecelakaan itu.
Minggu lalu,……Ibuku meninggal.” Luke kembali menangis.
Kemudian Luke menghapus air matanya, dan melanjutkan ceritanya dengan terbata-bata “Hari ini,…….hari ini adalah pertama kalinya kedua orangtuaku dari surga datang pada pertandingan ini untuk bersama-sama melihatku bermain.
Dan aku tentu saja tidak akan mengecewakan mereka…….”. Luke kembali menangis
terisak-isak.
Sang pelatih sadar bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat, dengan mengizinkan Luke bermain sebagai pemain utama hari ini. Sang pelatih yang berkepribadian sekuat baja, tertegun beberapa saat. Ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun untuk menenangkan Luke yang masih menangis. Tiba-tiba, baja itu meleleh. Sang pelatih tidak mampu menahan
perasaannya sendiri, air mata mengalir dari kedua matanya, bukan sebagai seorang pelatih, tetapi sebagai seorang anak…..
Sang pelatih sangat tergugah dengan cerita Luke, ia sadar bahwa dalam hal ini, ia belajar banyak dari Luke. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan orang tuanya, walaupun ayah dan ibunya sudah pergi selamanya…………Luke baru saja kehilangan seorang Ibu yang begitu mencintainya……..
Sang pelatih sadar, bahwa ia beruntung ayah dan ibunya masih ada. Mulai saat itu, ia berusaha melakukan yang terbaik untuk kedua orangtuanya, membahagiakan mereka,
membagikan lebih banyak cinta dan kasih untuk mereka.
Dia menyadari bahwa waktu sangat berharga, atau ia akan menyesal seumur hidupnya……………

Hikmah yang dapat kita renungkan dari kisah Luke yang HANYA berusia 7 TAHUN :
Mulai detik ini, lakukanlah yang terbaik untuk membahagiakan ayah & ibu kita. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk ayah & ibu, dengan mengisi hari-hari mereka dengan kebahagiaan.
Sisihkan lebih banyak waktu untuk mereka. Raihlah prestasi & hadapi tantangan seberat apapun, melalui cara-cara yang jujur untuk membuat mereka bangga dengan kita.
Bukannya melakukan perbuatan2 tak terpuji, yang membuat mereka malu.
Kepedulian kita pada mereka adalah salah satu kebahagiaan mereka yang terbesar. Bahkan seorang anak berusia 7 tahun berusaha melakukan yang terbaik untuk membahagiakan ayah dan ibunya. Bagaimana dengan Anda ?
Berapakah usia Anda saat ini ?
Apakah Anda masih memiliki kesempatan tersebut ? Atau kesempatan itu sudah hilang untuk selamanya………?
Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan, PELANGGAN, serta siapa saja yang Anda temui.

Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA, tersentuh dengan kisah ini, introspeksi diri, tetapi tidak melakukan apapun. KEEMPAT, tersentuh, introspeksi diri, lalu segera bergerak aktif untuk lebih memperhatikan kedua orangtuanya dan menjadi seorang anak yang lebih berbakti.
Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil menyadarkan seseorang akan betapa pentingnya orangtuanya.
Bayangkan kebahagiaan seorang anak yang bersyukur bahwa ayah dan ibunya masih hidup, lalu berusaha membahagiakan mereka. Lalu orangtuanya yang begitu bahagia mengetahui bahwa anaknya juga begitu mencintainya, seorang anak yang berbakti. Kebahagiaan ini lebih berharga daripada tumpukan emas permata.
Mereka sungguh beruntung dengan KEHADIRAN ANDA di dunia ini, yang BERMURAH HATI untuk menyebarkan kisah ini.

Ayah, Ibu, Ketahuilah, Saya Juga Mencintaimu Dengan Segenap Jiwa Ragaku………….

“Seseorang tidak hanya berhak tetapi juga punya tugas untuk berbahagia dan sukses”

written by kuramdhani

Jun 21

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudhu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..

Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . . bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali…
Baca dan pelajari lagi aku….
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu….dulu sekali…
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos…
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri….
Dalam bisu dan sepi….
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

written by kuramdhani