Suksesi dan Adaptasi

kuliah ke-3 : Pengetahuan Lingkungan

SUKSESI

Suksesi ekologi adalah konsep yang mendasar dalam ekologi, yang merujuk pada perubahan-perubahan berangkai dalam struktur dan komposisi suatu komunitas ekologi yang dapat diramalkan. Suksesi dapat terinisiasi oleh terbentuknya formasi baru suatu habitat yang sebelumnya tidak dihuni oleh mahluk hidup ataupun oleh adanya gangguan terhadap komunitas hayati yang telah ada sebelumnya oleh kebakaran, badai, maupun penebangan hutan. Kasus yang pertama sering disebut juga sebagai suksesi primer, sedangkan kasus kedua disebut sebagai suksesi sekunder. Dengan demikian suksesi ekologi adalah suatu proses perubahan komponen-komponen spesies suatu komunitas selama selang waktu tertentu. Menyusul adanya sebuah gangguan, suatu ekosistem biasanya akan berkembang dari mulai tingkat organisasi sederhana (misalnya beberapa spesies dominan) hingga ke komunitas yang lebih kompleks (banyak spesies yang interdependen) selama beberapa generasi.

ADAPTASI

Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk dapat tetap hidup dengan baik.

download : materi kuliah pengling pertemuan ke-3

Ekosistem

kuliah ke-2 : Pengetahuan Lingkungan

Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.

Download : materi pengling pertemuan ke 2

Bioma dan Ekosistem

Kuliah ke-2 : Ekologi Hidupan Liar

Bumi atau biosfer dapat dibagi menjadi beberapa area.  Di kawasan daratan ditandai dengan kesamaan geografis, bentuk bentang, kelompok mayoritas flora dan faunanya.  Sebagai contoh hutan tropis dataran rendah dicirikan dengan kelembaban, daerah yang hangat di sekitar ekuator dan didominasi oleh hutan lebat.  Area yang memiliki kesamaan karakteristik ini disebut bioma.  Lebih jauh bioma dibagi ke dalam bagian-bagian dengan kesamaan yang lebih besar: ekosistem, berdasarkan lingkungan dan pengelompokan hewan dan tumbuhannya. Read the rest of this entry »

Pengetahuan Lingkungan (Pendahuluan)

Kuliah ke 1 : Pengetahuan Lingkungan

Diawali pada bulan April 1968, sejumlah 30 orang ahli dari segala penjuru dunia berkumpul di Acadenua dei Lincei, Roma atas undangan untuk membahas masalah lingkungan hidup. Kemudian pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970 mulai muncul kekawatiran tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merusak lingkungan. Pada akhirnya bulan Juni 1972 di Stockholm (Swedia), sejumlah 113 utusan negara dari badan dunia yaitu PBB hadir pada pertemuan yang membicarakan masalah lingkungan hidup yang disebut dengan “UN Conference on Human Environment” yang kemudian dikenal dengan “Stockholm Conference”, atau “Hari Lingkungan Hidup dan ditetapkan pada tanggal 5 Juni 1972.” Read the rest of this entry »

Ekologi Hidupan Liar (Pendahuluan)

Kuliah ke-1 : Ekologi Hidupan Liar

Dalam memahami ekologi hidupan liar sangat diperlukan pemahaman dari hidupan liar itu sendiri yang sangat berkaitan dan mendukung pengelolaannya, baik untuk tujuan perlindungan maupun pemanenan ataupun keterkaitannya dengan masyarakat di sekitarnya.

Pengelolaan hidupan liar dapat diartikan pada pengelolaan populasi satwa liar yaitu manipulasi dan perlindungan populasi satwa untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan tetap mempertimbangkan aspek pengelolaan yang berkaitan dengan masyarakat seperti pendidikan, perluasan, pengelolaan taman nasional dan kawasan suaka lainnya, penegakan hukum serta evaluasi lahan.  Dengan demikian informasi tentang apa yang telah dilakukan harus tetap diberikan kepada masyarakat.  Mereka harus tetap dilibatkan dalam pembelajaran pada pemahaman tentang mengapa langkah-langkah tersebut harus dilakukan sehingga perilaku masyarakat dapat disesuaikan dan searah dengan tujuan pengelolaan.  Namun tugas terpenting yang harus diingat adalah memilih tujuan yang tepat dalam rangka memahami satwa dan habitatnya demi memastikan keberhasilan pengelolaannya (Rustiati, 2010)

Download :
Silabus MK Ekolgi Hidupan Liar
Materi Pendahuluan Ekolgi Hidupan Liar
UU No 5 Tahun 1990tentang Konservasi SDAH dan Ekosistemnya