<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jani Master</title>
	<atom:link href="http://blog.unila.ac.id/janter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.unila.ac.id/janter</link>
	<description>Berguru Pada Alam</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2010 11:06:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Degradasi Tanah</title>
		<link>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/03/15/degradasi-tanah/</link>
		<comments>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/03/15/degradasi-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 11:06:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>janter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unila.ac.id/janter/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah ke-5 : Pengetahuan Lingkungan
Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchaev: tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian paling atas dari kulit bumi.
Kata ”tanah” seperti banyak kata umum lainnya, mempunyai beberapa pengertian. Dalam pengertian tradisional tanah adalah medium alami untuk pertumbuhan tanaman daratan, tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah ke-5 : Pengetahuan Lingkungan</p>
<p>Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchaev: tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian paling atas dari kulit bumi.</p>
<p>Kata ”tanah” seperti banyak kata umum lainnya, mempunyai beberapa pengertian. Dalam pengertian tradisional tanah adalah medium alami untuk pertumbuhan tanaman daratan, tanpa memperhitungkan tanah tersebut mempunyai horizon yang keliatan atau tidak.</p>
<p>Schoeder (1972) mendefinisikan tanah sebagai suatu sistem tiga fase yang mengandung air, udara dan bahan-bahan mineral dan organik serta jasad-jasad hidup, yang karena pengaruh berbagai faktor lingkungan pada permukaan bumi dan kurun waktu, membentuk berbagai hasil perubahan yang memiliki ciri-ciri morfologi yang khas, sehingga berperan sebagai tempat tumbuh bermacam-macam tanaman.</p>
<p>Namun yang perlu diingat adalah arti penting tanah terhadap kehidupan. Dengan semakin tingginya jumlah penduduk maka persaingan penggunaan ruang (tanah/lahan) untuk berbagai kepentingan sangat tinggi. Proses pembangunan yang begitu pesat akhir-akhir ini menyebabkan lahan-lahan untuk pertanian banyak yang bergeser fungsinya menjadi lahan-lahan lain seperti lahan untuk pemukiman, lahan untuk industri dll.</p>
<p>Tanah sebagai sumber daya fisik yang tidak dapat diperbaharui dan dengan jumlah yang sangat tebatas memerlukan perencaan yang matang dalam penggunaannya sehingga dapat juga di manfaatkan oleh orang2 setelah kita (generasi penerus).</p>
<p>download : <a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/03/tanah.pdf">materi kuliah pengling pertemuan ke-5</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/03/15/degradasi-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepadatan Penduduk</title>
		<link>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/03/15/kepadatan-penduduk/</link>
		<comments>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/03/15/kepadatan-penduduk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 10:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>janter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unila.ac.id/janter/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah ke-4 : Pengetahuan Lingkungan
Jumlah Penduduk Penduduk (population) adalah semua orang yang menetap di suatu wilayah tertentu dalam jangka waktu tertentu. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui beberapa cara yaitu sensus penduduk, survey penduduk dan registrasi penduduk.
Menurut World Population Data Sheet 1999 jumlah penduduk yang ada di muka bumi pada tahun 1999 adalah 5.982.000.000 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah ke-4 : Pengetahuan Lingkungan</p>
<p>Jumlah Penduduk Penduduk (population) adalah semua orang yang menetap di suatu wilayah tertentu dalam jangka waktu tertentu. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui beberapa cara yaitu sensus penduduk, survey penduduk dan registrasi penduduk.</p>
<p>Menurut World Population Data Sheet 1999 jumlah penduduk yang ada di muka bumi pada tahun 1999 adalah 5.982.000.000 jiwa. Dari jumlah tersebut, 5 negara dengan jumlah penduduk terbanyak adalah<br />
RRC, India, Amerika Serikat, Indonesia dan Brazil dengan jumlah keseluruhan mencapai 2.890.800 jiwa. Jumlah tersebut berarti lebih dari setengah (50%) penduduk dunia.<br />
Coba Anda renungkan! Setengah dari seluruh penduduk dunia bertempat tinggal hanya di lima negara, sedangkan sisanya tersebar lebih dari 180 negara lainnya.</p>
<p>Selain itu berdasarkan estimasi yang diterbitkan oleh Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 dandiperkirakan jumlah tersebut akan mencapai 7 miliyar pada tahun 2012.</p>
<p>Bayangkan apa yang terjadi jika jumlah penduduk terus bertambah dengan luasan bumi yang tidak ikut bertambah !!!</p>
<p><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: x-small">download :<a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/03/penduduk.pdf">materi kuliah pengling pertemuan ke-4</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/03/15/kepadatan-penduduk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Populasi</title>
		<link>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/26/468/</link>
		<comments>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/26/468/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 14:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>janter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekologi Hidupan Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unila.ac.id/janter/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah ke-2 : Ekologi Hidupan Liar
Pembahasan                  ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai                  komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah ke-2 : Ekologi Hidupan Liar</p>
<p><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: x-small">Pembahasan                  ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai                  komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktora                  biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi,                  sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari                  manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan                  erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu                  populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan                  merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.</span></p>
<p><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: x-small">Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu                  tertentu disebut <em>populasi, </em></span><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: x-small">Ukuran                  populasi berubah sepanjang waktu.</span></p>
<p><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: x-small">download : <a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/ehl-populasi.pdf">materi kuliah EHL pertemuan ke-4</a><br />
</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: x-small"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/26/468/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suksesi dan Adaptasi</title>
		<link>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/26/suksesi-dan-adaptasi/</link>
		<comments>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/26/suksesi-dan-adaptasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 14:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>janter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unila.ac.id/janter/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[kuliah ke-3 : Pengetahuan Lingkungan
SUKSESI
Suksesi ekologi adalah konsep yang mendasar dalam ekologi, yang merujuk pada perubahan-perubahan berangkai dalam struktur dan komposisi suatu komunitas ekologi yang dapat diramalkan. Suksesi dapat terinisiasi oleh terbentuknya formasi baru suatu habitat yang sebelumnya tidak dihuni oleh mahluk hidup ataupun oleh adanya gangguan terhadap komunitas hayati yang telah ada sebelumnya oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kuliah ke-3 : Pengetahuan Lingkungan</p>
<p><strong>SUKSESI</strong></p>
<p>Suksesi ekologi adalah konsep yang mendasar dalam ekologi, yang merujuk pada perubahan-perubahan berangkai dalam struktur dan komposisi suatu komunitas ekologi yang dapat diramalkan. Suksesi dapat terinisiasi oleh terbentuknya formasi baru suatu habitat yang sebelumnya tidak dihuni oleh mahluk hidup ataupun oleh adanya gangguan terhadap komunitas hayati yang telah ada sebelumnya oleh kebakaran, badai, maupun penebangan hutan. Kasus yang pertama sering disebut juga sebagai suksesi primer, sedangkan kasus kedua disebut sebagai suksesi sekunder. Dengan demikian suksesi ekologi adalah suatu proses perubahan komponen-komponen spesies suatu komunitas selama selang waktu tertentu. Menyusul adanya sebuah gangguan, suatu ekosistem biasanya akan berkembang dari mulai tingkat organisasi sederhana (misalnya beberapa spesies dominan) hingga ke komunitas yang lebih kompleks (banyak spesies yang interdependen) selama beberapa generasi.</p>
<p><strong>ADAPTASI</strong></p>
<p>Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk dapat tetap hidup dengan baik.</p>
<p>download : <a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/adaptasi.pdf">materi kuliah pengling pertemuan ke-3</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/26/suksesi-dan-adaptasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekosistem</title>
		<link>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/18/ekosistem/</link>
		<comments>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/18/ekosistem/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 09:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>janter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unila.ac.id/janter/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[kuliah ke-2 : Pengetahuan Lingkungan
Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.
Download : materi pengling pertemuan ke 2
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kuliah ke-2 : Pengetahuan Lingkungan</p>
<p>Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.</p>
<p>Download : <a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/pengling-pertemuan-ke-2.pdf">materi pengling pertemuan ke 2</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/18/ekosistem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bioma dan Ekosistem</title>
		<link>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/14/bioma-dan-ekosistem/</link>
		<comments>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/14/bioma-dan-ekosistem/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 08:29:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>janter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekologi Hidupan Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unila.ac.id/janter/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah ke-2 : Ekologi Hidupan Liar
Bumi atau biosfer dapat dibagi menjadi beberapa area.  Di kawasan daratan ditandai dengan kesamaan geografis, bentuk bentang, kelompok mayoritas flora dan faunanya.  Sebagai contoh hutan tropis dataran rendah dicirikan dengan kelembaban, daerah yang hangat di sekitar ekuator dan didominasi oleh hutan lebat.  Area yang memiliki kesamaan karakteristik ini disebut bioma.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah ke-2 : Ekologi Hidupan Liar</p>
<p>Bumi atau biosfer dapat dibagi menjadi beberapa area.  Di kawasan daratan ditandai dengan kesamaan geografis, bentuk bentang, kelompok mayoritas flora dan faunanya.  Sebagai contoh hutan tropis dataran rendah dicirikan dengan kelembaban, daerah yang hangat di sekitar ekuator dan didominasi oleh hutan lebat.  Area yang memiliki kesamaan karakteristik ini disebut bioma.  Lebih jauh bioma dibagi ke dalam bagian-bagian dengan kesamaan yang lebih besar: ekosistem, berdasarkan lingkungan dan pengelompokan hewan dan tumbuhannya.<span id="more-417"></span></p>
<p>Ekosistem mencakup lingkungan abiotik dan kelompok biotik hewan dan tumbuhan yang disebut komunitas.  Setiap spesies dalam suatu komunitas mempunyai karateristik atau rentang densitas yang saling berinteraksi antar populasi tersebut yang memberikan ciri bagi komunitas itu sendiri.  Populasi mempunyai ciri sendiri seperti rasio umur dan seksual, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan tempat mereka hidup dan adaptasi individual, morfologi, fisiologi, dan perilaku.  Oleh karena itu untuk mempelajari ekologi dan pengelolaan satwa liar, perlu dipahami kejadian-kejadian temporal maupun spasial dalam skala besar yang terjadi dalam bioma dan ekosistem, serta karakteristik individual dan populasinya.</p>
<p>Habitat merupakan sumberdaya (pakan dan naungan) dan kondisi lingkungan (variabel abiotik seperti suhu dan variabel biotik seperti kompetitor dan predator) yang menentukan keberadaan, keloloshidupan, dan reproduksi suatu populasi.</p>
<p>download : <a href="http://www.mediafire.com/?d2i52ii3yyg" target="_blank"></a><a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/EHL-2.pdf">materi pertemuan ke 2 MK EHL</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/14/bioma-dan-ekosistem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan Lingkungan (Pendahuluan)</title>
		<link>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/14/pengetahuan-lingkungan-pendahuluan/</link>
		<comments>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/14/pengetahuan-lingkungan-pendahuluan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 08:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>janter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unila.ac.id/janter/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah ke 1 : Pengetahuan Lingkungan
Diawali pada bulan April 1968, sejumlah 30 orang ahli dari segala penjuru dunia berkumpul di Acadenua dei Lincei, Roma atas undangan untuk membahas masalah lingkungan hidup. Kemudian pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970 mulai muncul kekawatiran tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merusak lingkungan. Pada akhirnya bulan Juni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah ke 1 : Pengetahuan Lingkungan</p>
<p>Diawali pada bulan April 1968, sejumlah 30 orang ahli dari segala penjuru dunia berkumpul di Acadenua dei Lincei, Roma atas undangan untuk membahas masalah lingkungan hidup. Kemudian pada akhir tahun 1960-an dan awal 1970 mulai muncul kekawatiran tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merusak lingkungan. Pada akhirnya bulan Juni 1972 di Stockholm (Swedia), sejumlah 113 utusan negara dari badan dunia yaitu PBB hadir pada pertemuan yang membicarakan masalah lingkungan hidup yang disebut dengan “UN Conference on Human Environment” yang kemudian dikenal dengan “Stockholm Conference”, atau “Hari Lingkungan Hidup dan ditetapkan pada tanggal 5 Juni 1972.”<span id="more-408"></span></p>
<p>Semakin meningkatnya kontrol manusia terhadap lingkungan hidupnya ser¬ingkali menciptakan konflik-konflik antara sasaran-sasaran kemanusiaan dengan proses-proses alamiah.  Dalam rangka untuk mencapai hasil yang lebih banyak atau untuk tujuan-tujuan lainnya, manusia berupaya menyimpangkan aliran energi alamiah, mengabaikan proses-proses alami, memotong rantai makanan, menyederhanakan ekosistem, dan menggunakan banyak subsi¬di enerji untuk  mempertahankan  kenyamanan keseimbangan yang artifisial.</p>
<p>Memang dalam beberapa kasus aktivitas-aktivitas ini dapat menciptakan  atau diperlukan untuk mempertahankan kondisi sekeliling yang dianggap perlu oleh manusia, seperti misalnya aspek-aspek tertentu di daratan Eropa, yang selu-ruhnya merupakan &#8220;buatan manusia&#8221; tetapi mencerminkan budidaya yang seksama selama banyak generasi.  Walaupun demikian sering terjadi konflik antara strategi-strategi yang memaksimumkan manfaat jangka pendek (misalnya hasil pangan selama lima tahun) dan yang memaksi¬mumkan  manfaat jangka panjang (misalnya hasil yang lestari 50 tahun).</p>
<p>Hal yang pertama seringkali mengakibatkan penalti berupa degradasi ling¬kungan yang sifatnya tidak dapat balik.  Ketidak-sesuaian antara ahli ekonomi dan ahli ekologi terutama terletak pada perbedaan perspektif waktu yang digunakannya; pada umumnya  5-10 tahun dianggap merupakan periode/jangka panjang oleh para ahli ekonomi, tetapi dianggap jangka pendek oleh para ahli ekologi.  Sedikit pertimbangan dan perhitungan dilibatkan dalam perhitungan ekonomis terhadap proses-proses lingkungan seperti kerusakan tanah yang lambat atau penurunan kapasitas akuifer.</p>
<p>Download :</p>
<ul>
<li><a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/pendahuluan-pengling.pdf">pengantar kuliah pengetahuan lingkungan</a></li>
<li> <a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/Undang-Undang-No.-23-Tahun-1997-ttg-pengelolaan-lingkungan-hidup.pdf">UU No 23 Thn 1997 </a></li>
<li><a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/silabus-pengling.pdf">silabus mata kuliah pengetahuan lingkungan</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/14/pengetahuan-lingkungan-pendahuluan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekologi Hidupan Liar (Pendahuluan)</title>
		<link>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/09/ekologi-hidupan-liar-pendahuluan/</link>
		<comments>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/09/ekologi-hidupan-liar-pendahuluan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 05:48:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>janter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekologi Hidupan Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unila.ac.id/janter/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah ke-1 : Ekologi Hidupan Liar
Dalam memahami ekologi hidupan liar sangat diperlukan pemahaman dari hidupan liar itu sendiri yang sangat berkaitan dan mendukung pengelolaannya, baik untuk tujuan perlindungan maupun pemanenan ataupun keterkaitannya dengan masyarakat di sekitarnya.
Pengelolaan hidupan liar dapat diartikan pada pengelolaan populasi satwa liar yaitu manipulasi dan perlindungan populasi satwa untuk mencapai suatu tujuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kuliah ke-1 : Ekologi Hidupan Liar</p>
<p>Dalam memahami ekologi hidupan liar sangat diperlukan pemahaman dari hidupan liar itu sendiri yang sangat berkaitan dan mendukung pengelolaannya, baik untuk tujuan perlindungan maupun pemanenan ataupun keterkaitannya dengan masyarakat di sekitarnya.</p>
<p>Pengelolaan hidupan liar dapat diartikan pada pengelolaan populasi satwa liar yaitu manipulasi dan perlindungan populasi satwa untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan tetap mempertimbangkan aspek pengelolaan yang berkaitan dengan masyarakat seperti pendidikan, perluasan, pengelolaan taman nasional dan kawasan suaka lainnya, penegakan hukum serta evaluasi lahan.  Dengan demikian informasi tentang apa yang telah dilakukan harus tetap diberikan kepada masyarakat.  Mereka harus tetap dilibatkan dalam pembelajaran pada pemahaman tentang mengapa langkah-langkah tersebut harus dilakukan sehingga perilaku masyarakat dapat disesuaikan dan searah dengan tujuan pengelolaan.  Namun tugas terpenting yang harus diingat adalah memilih tujuan yang tepat dalam rangka memahami satwa dan habitatnya demi memastikan keberhasilan pengelolaannya (Rustiati, 2010)</p>
<p>Download :<br />
<a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/Silabus.pdf">Silabus MK Ekolgi Hidupan Liar</a><br />
<a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/Pendahuluan.pdf">Materi Pendahuluan Ekolgi Hidupan Liar</a><br />
<a href="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/UU-no-5-thn-1990-ttg-konservasi-SDA.pdf">UU No 5 Tahun 1990tentang Konservasi SDAH dan Ekosistemnya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/09/ekologi-hidupan-liar-pendahuluan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marinir Tanam Mangrove di Sepanjang Pantai Klara</title>
		<link>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/07/marinir-tanam-mangrove-di-sepanjang-pantai-klara/</link>
		<comments>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/07/marinir-tanam-mangrove-di-sepanjang-pantai-klara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 14:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>janter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Green solution]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unila.ac.id/janter/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[
7 Februari 2010, dalam latihan pemantapan terpadu Korps Marinir TNI-AL menanam sebanyak 50.000 pohon mangrove  dan pohon trembesi yang dikenal juga dengan nama Pohon Hujan atau Ki Hujan di sepanjang pantai Kelapa Rapat (Klara) Kecamatan Padang Cermin Kab. Lampung Selatan.
Pohon-pohon mangrove ini berfungsi sebagai pencegah abrasi disepanjang bibir pantai yang langsung bertemu dengan jalan raya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-385" title="DSCF0282" src="http://blog.unila.ac.id/janter/files/2010/02/DSCF0282-150x150.jpg" alt="DSCF0282" width="150" height="150" /></p>
<p>7 Februari 2010, dalam latihan pemantapan terpadu Korps Marinir TNI-AL menanam sebanyak 50.000 pohon mangrove  dan pohon trembesi yang dikenal juga dengan nama Pohon Hujan atau Ki Hujan di sepanjang pantai Kelapa Rapat (Klara) Kecamatan Padang Cermin Kab. Lampung Selatan.</p>
<p>Pohon-pohon mangrove ini berfungsi sebagai pencegah abrasi disepanjang bibir pantai yang langsung bertemu dengan jalan raya, selain itu pohon-pohon tersebut dapat memperindah pemandangan dan menjadi tempat berkembang biak ikan dan biota laut lainnya.<br />
Sedangkan pohon trembesi memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat dan berdasarkan penelitian Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang pohon tersebut dapat menyerap 28 ton CO2 setiap tahun.</p>
<p>Kegiatan ini juga dihadiri oleh presiden SBY, &#8220;Kita siram dengan harapan subur dan barokah, amin,&#8221; ujar SBY. Semoga saja kegiatan ini terlaksana bukan hanya karena ada kunjungan SBY dan pohon-pohon yang ditanam tersebut dirawat dan dijaga dengan baik agar dapat tumbuh dengan baik.</p>
<p>Semoga Saja</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/07/marinir-tanam-mangrove-di-sepanjang-pantai-klara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEABCRU Fellowships</title>
		<link>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/05/seabcru-fellowships/</link>
		<comments>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/05/seabcru-fellowships/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 04:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>janter</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.unila.ac.id/janter/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[The fellowships are intended to place young  researchers with Dr Tigga Kingston’s research project at Krau Wildlife  Reserve, Malaysia to provide intensive training in ecological bat  research techniques. The fellowships are modeled on the many workshops  and training programs of the Malaysian Bat Conservation Research Unit,  which has trained over [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The fellowships are intended to place young  researchers with Dr Tigga Kingston’s research project at Krau Wildlife  Reserve, Malaysia to provide intensive training in ecological bat  research techniques. The fellowships are modeled on the many workshops  and training programs of the Malaysian Bat Conservation Research Unit,  which has trained over 100 people (&gt; 10 workshops), and are intended  to equip fellows with the capacity to implement the SEABCRU research  priorities. The preliminary fellowship program includes:<span id="more-343"></span></p>
<ul>
<li>Practical training:
<ul>
<li>Field techniques for bat capture: harp traps, ground mist nets,  canopy mist nets, netting over rivers.</li>
<li>Bat identification and handling.</li>
<li>Acoustic techniques for the survey of bats.</li>
<li>Radio-tracking of bats to identify roosts and to establish foraging  areas.</li>
</ul>
</li>
<li>Lecture series:
<ul>
<li>Bat Diversity and Indentification</li>
<li>Bat Ecology (I) – Foraging Ecology, Roosting Ecology &amp; Mating  Systems</li>
<li>Bat Ecology (II) – Ecomorphology – echolocation and wing morphology</li>
<li>Bat Research In South East Asia</li>
<li>Bat Conservation</li>
<li>Data Collection &amp; Analysis</li>
<li>Publishing &amp; Grant Writing</li>
</ul>
</li>
<li>Outreach Activities:
<ul>
<li>The Children’s Workshop (covering materials for 7-10 year olds)</li>
<li>Environmental Education Activities for Older Children</li>
<li>Role Play</li>
<li>Project Activities for Volunteer Groups</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>The fellowships are for four weeks, so that fellows not only cover  the above activities but participate fully in the long-term research  program of the MBCRU (which fits within SEABCRU Research Priority Area 5  (long-term monitoring of forest-dependent species), gain sufficient  confidence to implement effective surveys/research in their own  countries and to publish their findings. <strong>The dates for the 2010  team are May 1st-29th 2010</strong></p>
<p><strong>Eligibility</strong><br />
Fellows should be students or young researchers from South East Asian  countries (Brunei, Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar,  Philippines, Singapore, Thailand, East Timor, Vietnam). Priority will be  given to applicants with some prior bat experience and who can clearly  indicate how their participation will further bat research or  conservation in their home country.</p>
<p><strong>Deadline for 2010: 22nd February 2010.</strong></p>
<p><strong>Fellowship Follow-up</strong><br />
The success of the fellowship program will be monitored by:</p>
<ul>
<li>Requiring all fellows to submit a report of their experiences upon  return to their host country.</li>
<li>Requiring a follow-up report six months later detailing how the  fellows have since used their experience.</li>
<li>A mentoring program linking individual fellows to senior researchers  from other countries.</li>
</ul>
<p>Complete the <a href="http://www.seabcru.org/?q=system/files/SEABCRU_FELLOWSHIP_APPLICATION_2010.doc"><strong>Application  Form Here</strong></a> and submit to <a href="mailto:tigga.kingston@seabcru.org">Tigga Kingston</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.unila.ac.id/janter/2010/02/05/seabcru-fellowships/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
