
7 Februari 2010, dalam latihan pemantapan terpadu Korps Marinir TNI-AL menanam sebanyak 50.000 pohon mangrove dan pohon trembesi yang dikenal juga dengan nama Pohon Hujan atau Ki Hujan di sepanjang pantai Kelapa Rapat (Klara) Kecamatan Padang Cermin Kab. Lampung Selatan.
Pohon-pohon mangrove ini berfungsi sebagai pencegah abrasi disepanjang bibir pantai yang langsung bertemu dengan jalan raya, selain itu pohon-pohon tersebut dapat memperindah pemandangan dan menjadi tempat berkembang biak ikan dan biota laut lainnya.
Sedangkan pohon trembesi memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat dan berdasarkan penelitian Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang pohon tersebut dapat menyerap 28 ton CO2 setiap tahun.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh presiden SBY, “Kita siram dengan harapan subur dan barokah, amin,” ujar SBY. Semoga saja kegiatan ini terlaksana bukan hanya karena ada kunjungan SBY dan pohon-pohon yang ditanam tersebut dirawat dan dijaga dengan baik agar dapat tumbuh dengan baik.
Semoga Saja
The fellowships are intended to place young researchers with Dr Tigga Kingston’s research project at Krau Wildlife Reserve, Malaysia to provide intensive training in ecological bat research techniques. The fellowships are modeled on the many workshops and training programs of the Malaysian Bat Conservation Research Unit, which has trained over 100 people (> 10 workshops), and are intended to equip fellows with the capacity to implement the SEABCRU research priorities. The preliminary fellowship program includes:
- Practical training:
- Field techniques for bat capture: harp traps, ground mist nets, canopy mist nets, netting over rivers.
- Bat identification and handling.
- Acoustic techniques for the survey of bats.
- Radio-tracking of bats to identify roosts and to establish foraging areas.
- Lecture series:
- Bat Diversity and Indentification
- Bat Ecology (I) – Foraging Ecology, Roosting Ecology & Mating Systems
- Bat Ecology (II) – Ecomorphology – echolocation and wing morphology
- Bat Research In South East Asia
- Bat Conservation
- Data Collection & Analysis
- Publishing & Grant Writing
- Outreach Activities:
- The Children’s Workshop (covering materials for 7-10 year olds)
- Environmental Education Activities for Older Children
- Role Play
- Project Activities for Volunteer Groups
The fellowships are for four weeks, so that fellows not only cover the above activities but participate fully in the long-term research program of the MBCRU (which fits within SEABCRU Research Priority Area 5 (long-term monitoring of forest-dependent species), gain sufficient confidence to implement effective surveys/research in their own countries and to publish their findings. The dates for the 2010 team are May 1st-29th 2010
Eligibility
Fellows should be students or young researchers from South East Asian countries (Brunei, Cambodia, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand, East Timor, Vietnam). Priority will be given to applicants with some prior bat experience and who can clearly indicate how their participation will further bat research or conservation in their home country.
Deadline for 2010: 22nd February 2010.
Fellowship Follow-up
The success of the fellowship program will be monitored by:
- Requiring all fellows to submit a report of their experiences upon return to their host country.
- Requiring a follow-up report six months later detailing how the fellows have since used their experience.
- A mentoring program linking individual fellows to senior researchers from other countries.
Complete the Application Form Here and submit to Tigga Kingston.
As one of its main functions, TCF administers a turtle conservation and research grants program. Awards are granted to organizations or individuals for specific conservation or research projects dealing with highly endangered* tortoises or freshwater turtles, but not marine turtles , with either partial or full support as funding allows.
Priority for funding is given to projects that focus on tortoises or freshwater turtles that are already highly threatened according to the IUCN Red List criteria, either Critically Endangered or Endangered Nightmare, or which may be highly threatened but not yet officially classified as such on the Red List. Award recipients enter into contractual agreement with either Conservation International, Chelonian Research Foundation, or Chester Zoo to produce the proposed work (these three non-profit organizations serve as TCF’s financial umbrella organizations). Award recipients are also encouraged to publish at least partial results of the supported research in the international scientific turtle journal, Chelonian Conservation and Biology , published by Chelonian Research Foundation (www.chelonian.org).
The Born Losers trailer TCF Awards at the present time are approximately in the $2000 to $5000 range per project, with two funding cycles annually. Total disbursement has averaged between $30,000 to $50,000 per year to date, and is growing as the TCF grows.
For more information, please visit:
TCF grants
Program Reintroduksi Orangutan Sumatera, program kerjasama antara Balai KSDA Jambi, Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh dengan Frankfurt Zoological Society, saat ini membuka kesempatan sukarelawan (volunteer) kepada para lulusan S1 Biologi/Kehutanan maupun mahasiswa S1 Biologi/Kehutanan yang telah menyelesaikan ujian akhir skripsi dari berbagai Perguruan Tinggi se-Indonesia.
Kegiatan volunteer ini diikuti oleh volunteer selama 3 bulan di dalam stasiun reintroduksi orangutan sumatera didalam hutan hujan tropika Jambi yang berbatasan dengan TN Bukit Tigapuluh. Program volunteer ini bertujuan untuk mencari kandidat Manajer Stasiun dan Botanist melalui pemberian penilaian tentang minat, kualitas kerja, social hubungan kerja dan lainnya yang akan ditempatkan di dalam stasiun reintroduksi setelah program volunteer ini selesai. Selama volunteer, FZS akan memberikan uang saku Rp. 850.000,- / bulan yang akan diberikan setelah volunteer berhasil menyelesaikan program volunteernya dalam waktu 3 bulan, serta biaya transportasi Pulang-Pergi dan akomodasi.
Surat lamaran, CV lengkap dengan referensi dan foto terakhir (berwarna), Ijazah/surat keterangan dari akademik bagi mahasiswa yang sudah menyelesaikan ujian akhir skripsi, Transkip nilai, Sertifikat, Surat keterangan berbadan sehat. Lamaran sudah harus diterima paling lambat 1 bulan setelah pengumuman ini (03 februari-03 Maret 2010). Hanya kandidat yang memenuhi syarat yang akan dihubungi untuk wawancara via telephone.
Lamaran dapat dikirimkan melalui email: upi_helpadari@ yahoo.com dengan mencantumkan Volunteer Stasiun FZS-Manajer Stasiun atau Volunteer Stasiun FZS-Botanist pada subject email.
http://harimaukita. blogspot. com/
http://harimaujambi .blogspot. com/
http://www.zgf. de/
ORNITOLOGI
Kode matakuliah : BIO 329
SKS : 3(2-1)
Prasyarat : Taksonomi Hewan II
Deskripsi :
Pengetahuan dasar tentang ornitologi, morfologi, anatomi, klasifikasi dan ekologi hewan kelas Aves, reproduksi, sosiologi dan aspek-aspek lain yang berhubungan dengan faktor-faktor lingkungan dan upaya konservasinya
Dosen Pengajar : Marizal Ahmad, Nuning Nurcahyan, Elly L Rustiati dan Jani Master
EKOLOGI HIDUPAN LIAR
Kode matakuliah : BIO 444
SKS : 3(2-1)
Prasyarat : Ekologi
Deskripsi :
Peranan dan nilai satwa liar di Indonesia secara ekologi dan pengelolaannya secara alami dalam kaitannya dengan keanekargaman hayati, dan upaya konservasi sumber daya alam di Indonesia
Dosen pengajar : Elly L Rustiati, Jani master dan Marizal Ahmad
HERPETOLOGI
Kode matakuliah : BIO 328
SKS : 3(2-1)
Prasyarat : Taksonomi Hewan II
Deskripsi :
Pendahuluan, proses evaluasi dan adaptasi, klasifikasi, ciri-ciri morfologis dan fisiologis hewan yang tergolong dalam kelas Amphibia dan Reptil (Herpetofauna), perilaku dan pola distribusinya di alam, peranannya dalam ekosistem, serta budidayanya sebagai sumberdaya alam bagi manusia
Dosen pengajar : Nuning Nurcahyani dan Jani Master
NAVIGASI LAPANGAN
Kode matakuliah : BIO 349
SKS : 1(0-1)
Prasyarat : eKOLOGI
Deskripsi :
Mata kuliah navigasi dan teknik survey keanekaragaman hayati merupakan pengetahuan lajutan dalam mempelajari ekologi hewan dan tumbuhan alami, di dalamnya membahas cara dan metodologi praktis dalam melaksanakan kegiatan pemahaman aspek ekologi hewan dan tumbuhan di habitat dan lingkungan alaminya dan keterkaitannya dengan faktor biotik dan abiotik serta interaksi yang terjadi dalam populasinya atau dengan spesies lain, melalui pokok-pokok bahasan (1) Pengertian, ruang lingkup dan kegunaan survei keanekaragaman hayati dan navigasi lapangan; (2) Alat pendukung survei keanekaragaman hayati; (3) Teknik survei keanekaragaman hayati; (4) Peta; (5) Penghitungan satwa secara tidak langsung; (6) Kompas; (7) Pengukuran faktor biotik; (8) Global Positioning Sistem; (9) Radio telemetri; (10) Sistem Informasi Geografi.
Dosen Pengajar : Jani Master dan Elly L Rustiati
Daftar Matakuliah Semester Genap 2009/2010