Eriek’s Written

Learning to be a good writter
Random Image

Tulisan di dalam blog ini adalah opini pribadi dan tidak mewakili institusi manapun. Pengunjung blog ini memiliki hak untuk meng-kopi tulisan yang dimuat dalam blog ini untuk kepentingan bersama. Namun demikian, mohon menyebutkan sumber tulisan.


Archive for the ‘motor’


Mau Aman, Dirantai dan Digembok

 motor dirantai

Pertumbuhan sepeda motor semakin hari semakin meningkat belakangan ini. Kalau Anda sering keluar dan kebetulan berada di jalan raya, pasti Anda merasakan ramainya para pengendara sepeda motor berseliweran di jalan raya. Jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan bermotor roda empat, kini sepeda motor bak penguasa jalanan.

Saya misalnya, menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi yang cepat. Dulu, sebelum dihadiahkan sepeda motor dari orang tua tercinta di rumah, saya masih sering jalan kaki untuk pergi ke kampus atau ke beberapa tempat tujuan saya.

Biasanya saya mengendarai sepeda motor tidak terlalu jauh. Antara kostan, kampus (fakultas, puskom dan Gedung PKM), dan paling jauh biasanya cuma sampai karang. Itu pun kalau pergi ke Karang juga sangat jarang. Malas kalau jalan-jalan terlalu jauh. Hehe..

Kalau pulang tidak ke kostan. Tapi, kostan akhir-akhir ini sudah beralih ke kostan baru di Gedung Puskom. Motor tentunya biasanya kalau sudah malam dan harus menginap, ya biasanya motor saya masukkan ke dalam gedung. Tidak hanya saya, tapi juga ada motor Johan dan Sony pun demikian.

Tapi, akhir-akhir ini pintu utama (depan) Gedung Puskom sering dikunci kalau sudah lewat sore hari. Baru dibuka lagi pada pagi hari. Biasanya hampir tidak pernah dikunci. Yang sekarang berbeda. Entahlah. Saya tidak tahu sebabnya. Kalau kata Riski, lantai tempat biasa kami berdua (saya dan Sony) memarkirkan sepeda motor, sering kali meninggalkan bekas lumpur. Sehingga, Mas Supri, sang penjaga kebersihan gedung itu agaknya kesal dengan ulah kami yang selalu mengotorkan tempat itu.

Ya sudah, kami bertiga (saya, Sony dan Johan) memarkirkan motor kami di belakang gedung (tidak masuk gedung, red). Dengan diikat rantai serta tak lupa dikunci gembok bersamaan. Seperti terlihat pada foto di atas itu.

Pekerjaan mengunci motor ini harus dilakukan di saat akan menjelang malam. Ya, untuk berjaga-jaga agar tidak dicuri orang, makanya saya melengkapi kunci tambahan pada roda depan. Saya kira cukup kuat mengamankan motor saya. Motor Sony dan Johan pun demikian. Mereka menambah kunci gembok pada roda depannya.