Guru Besar Belum Merata di Setiap Fakultas
Satu minggu lalu, tepatnya hari Selasa (20/10), Tiga guru besar Fakultas Pertanian dikukuhkan oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S. Para Guru Besar itu adalah Prof. Dr. Ir. Soesiladi Esti Widodo, M.Sc., Prof. Ir. Setyo Dwi Utomo, M.Sc., Ph.D., dan Prof. Dr. Ir. Muhtarudin, M.S. Dengan demikian hingga tahun 2009 ini, Fakultas Pertanian memiliki 19 Guru Besar.
Jumlah tersebut adalah terbanyak dibandingkan dengan fakultas lainnya. Jika melihat kembali sejarah didirikannya Unila 44 tahun lalu, adalah Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum yang pertama kali didirikan. Namun, melihat kondisi realita sekarang semakin tua usia fakultas, tak menunjukkan semakin banyaknya jumlah guru besar.
Lihat Fakultas Ekonomi hanya memiliki satu Guru Besar, Prof. Dr. Sahala S. P. Panjaitan. Sedangkan Fakultas Hukum cukup ada peningkatan, memiliki lima Guru Besar: Prof. Dr. K. Husin, S.H, M.H, Prof. Dr. S. Husin, S.H, M.H, Prof. Dr. Sunarto, S.H, M.H, Prof. Dr. I Gede A.B. Wiranatha, S.H, M.H, dan Prof. Dr. Abdul Kadir M, S.H.
Rektor Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S, selalu mengingatkan Fakultas Ekonomi menambah Guru Besarnya. “Dari sejak zaman kemerdekaan, Guru Besarnya tidak pernah bertambah,”ujarnya mengritik. Kritik Rektor Prof. Sugeng selalu disampaikan pada setiap hampir momen pertemuan dengan para pimpinan fakultas dan dosen.
Jika melihat persebaran Guru Besar, memang tidak ideal dan seimbang. Fakultas Teknik hingga sampai sekarang belum memiliki Guru Besar. Padahal, Fakultas Teknik ini berdiri sejak 1972. Artinya sudah hampir 37 tahun lamanya. Sedangkan, FISIP hampir sama seperti FE hanya memiliki satu Guru Besar Prof. Dr. Margono S.P, M.S. FMIPA memiliki dua Guru Besar dan FKIP ada tiga Guru Besar. Terakhir yang membanggakan, Prof. Dr. dr. Efrida Warganegara, M.Kes, Sp.MK, adalah Guru Besar pertama dari Fakultas Persiapan Kedokteran. Meskipun belum dikukuhkan, namun kabar ini menggembirakan civitas akademika.
Ke depannya akan menjadi tantangan bagi seluruh dosen yang belum dikukuhkan menjadi Guru Besar, segera ‘berlomba-lomba’ untuk menambah kum (angka kredit) minimal 850. Semoga tercapai minimal 20 persen Guru Besar di tahun yang akan datang. Amin.
Foto oleh Caca
Tulisan di dalam blog ini adalah opini pribadi dan tidak mewakili institusi manapun. Pengunjung blog ini memiliki hak untuk meng-kopi tulisan yang dimuat dalam blog ini untuk kepentingan bersama. Namun demikian, mohon menyebutkan sumber tulisan.

