Selamat Jalan Mas Pram
Perkenalan Saya pertama kali dengan Mas Pram, panggilan akrab Didi Pramudya, S.H, sudah sejak lama. Saya lupa persisnya kapan. Dia adalah sosok pegawai yang masih menyukai seni dan menulis. Tak heran dulunya ketika Dia mahasiswa, menyandang sebagai seorang aktivis di Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni dan Surat Kabar Mahasiswa Teknokra, ketika itu.
Saya pernah terlibat kerjasama dengannya ketika Dia dipercaya menjadi Koordinator Humas acara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-20 di kampus ini, dua tahun lalu. Selanjutnya beberapa kali bertemu dan ngobrol sambil menyeruput kopi di sebuah kantin dekat kantor. Tidak hanya saya, ada beberapa teman mahasiswa yang ikut bergabung ngobrol. Yang saya ingat waktu dulu, Dia ngobrol dengan saya tentang perfilman. Mungkin Dia ingin menggarap sebuah karya (film).
Terakhir Dia dipercaya sebagai Kepala Bagian Kemahasiswaan di kampus ini. Sebuah amanah yang pantas untuknya, karena memang dekat dengan kalangan mahasiswa dan aktivis UKM sejak dulu. Jika ditanyakan kepada teman-teman aktivis UKM yang sering bertandang ke Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), pasti mengenal sosok Mas Pram ini.
Kabar mengejutkan dari seorang teman, Senin sore kemarin (19/10), Mas Pram dipanggil menghadap Illahi. Di usianya 46 tahun, terbilang masih muda menurut saya. Tapi, kehendak Yang Kuasa telah memanggilnya. Rasanya begitu cepat berlalu.
Selamat Jalan Mas Pram. Semoga Allah Swt senantiasa melindungi dan memberi rahmat kepada Almarhum. Amin.
Foto oleh Andhi Sal
Tulisan di dalam blog ini adalah opini pribadi dan tidak mewakili institusi manapun. Pengunjung blog ini memiliki hak untuk meng-kopi tulisan yang dimuat dalam blog ini untuk kepentingan bersama. Namun demikian, mohon menyebutkan sumber tulisan.


January 7th, 2010 at 6:16 pm
trimakasih, artikelnya sangat menghibur kami.
papa memang sangat suka seni dan menulis..
klo papa ada salah mohon dimaafkan..
smoga papa (mas pram) mendapat tempat yang mulia disisi Allah..
ayang, putri pertama mas pram