Musim Daftar Blog Mahasiswa
Musim kuliah semester genap telah mulai sejak awal Februari kemarin. Mahasiswa tampak kelihatan sibuk mengecek nilai dan mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) di Sistem Informasi Akademik (Siakad) Online. Tentu saja hampir setiap laboratorium komputer yang terkoneksi intranet dan internet di kampus ini, ramai dikunjungi mereka. Maklum, Siakad terkadang tidak bisa diakses dari luar kampus, sehingga mengharuskan bagi mereka datang ke laboratorium komputer yang ada di fakultas.
Termasuk di Gedung Pusat Komputer (Puskom) menjadi ramai oleh para mahasiswa. Aktivitas yang biasa terjadi setiap di awal semester. Di lain waktu tersebut, situasi di Puskom kembali relatif biasanya. Bahkan sepi pengunjung mahasiswa yang hendak akses internet maupun Siakad.
Ada hal yang menarik lain dari kegiatan di setiap awal semester. Seperti beberapa waktu belakangan ini, sejumlah mahasiswa dari Fakultas Ekonomi (FE) datang ke BBS Unilanet di Gedung Puskom lantai tiga. Mereka hendak daftar/bikin blog. Dalam pikiran saya, pasti mereka diminta dosennya untuk bikin blog.
Di Unila telah tersedia fasilitas blog. Siapa pun asalkan mereka adalah dosen, mahasiswa dan karyawan Unila, boleh mendaftar dan memanfaatkan blog. Apalagi bagi dosen dan mahasiswa memanfaatkan fasilitas blog sebagai sarana pembelajaran dan perkuliahan (tugas, kuis, ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS)).
Namun, sejauh yang saya pantau sejumlah blog yang dimiliki mahasiswa belum sampai memanfaatkan blog sebagai kuis, uts dan uas. Tergantung dari masing-masing dosennya, apakah blog bisa dimanfaatkan untuk tiga kegiatan tadi? Atau bagi dosen menilai bahwa yang namanya kuis, uts dan uas tetap dikerjakan di atas kertas, ditulis tangan, lalu dikumpulkan kepada dosen pangasuh mata kuliah tersebut.
Baiklah, bagaimana dengan tugas-tugas dari dosen diberikan kepada mahasiswa? Dosen yang telah mengerti dan paham mengenai blog, mungkin akan memberikan tugas kepada mahasiswa melalui blog dosen. “Kalian bikin blog dan kerjakan di blog kalian! tugasnya silahkan buka di blog saya,”seru sang dosen kepada para mahasiswa di kelas. Mungkin begitu kata dosen.
Kemudian seluruh mahasiswa itu bikin blog. Beberapa mahasiswa datang ke BBS Unilanet. Mereka minta mendaftarkan blog-nya. Saya teringat bahwa di menu utama Blog Unila, telah tersedia link untuk “daftar“. Artinya, para mahasiswa bisa mendaftarkan blog-nya sendiri tanpa perlu datang dan minta bantuan staf petugas di BBS Unilanet.
Saya belum tanya kepada mereka, apa sebab mereka tidak mendaftar sendiri blog-nya. Padahal, menurut saya untuk mendaftar blog Unila tidak sulit. Asalkan memiliki e-mail dengan domain “unila”, mereka bisa mendaftar dan ikuti petunjuk yang tersedia.
Pak Budi, seorang dosen ITB yang juga blogger, malah mewajibkan para mahasiswanya memiliki blog untuk mengerjakan tugas. Bayangkan jika setiap dosen di sini pun demikian. Secara tidak langsung para mahasiswa yang belum tahu tentang blog, akan termotivasi untuk tahu lebih banyak fungsi dan manfaat blog itu sendiri.
Mengenai kekhawatiran jika mahasiswa telah selesai mengikuti mata kuliah dari dosen yang mewajibkan tugas-tugas dari blog, sebetulnya kembali lagi kepada mahasiswanya. Sang dosen perlu memberikan semacam pencerahan kepada mahasiswa di akhir perkuliahan bahwa pentingnya blog sebagai pembelajaran melatih menulis, berbagi pengetahuan dan sejumlah keuntungan lainnya. Tentu saja ini memasyarakatkan internet sehat mulai dari kalangan mahasiswa.
Semoga bermanfaat.
Tulisan di dalam blog ini adalah opini pribadi dan tidak mewakili institusi manapun. Pengunjung blog ini memiliki hak untuk meng-kopi tulisan yang dimuat dalam blog ini untuk kepentingan bersama. Namun demikian, mohon menyebutkan sumber tulisan.

February 18th, 2009 at 5:41 am
untung saya udah gak kuliah lagiiihh hehehehe..
buat blog untuk kesenangan pribadi saja, bukan untuk fasilitas kuliah
*lega lega lega*