Motor Dilarang Parkir di Depan UKM Taekwondo
Mungkin kita sering melihat di sebuah ruko atau rumah toko di depannya bertuliskan “Jangan parkir di depan ruko”. Atau jika di depan gerbang rumahnya ditulisi “Jangan parkir di depan pintu gerbang”. Dan masih banyak lagi tulisan peringatan seperti tadi.
Senin malam (14/4), saya dan Sony makan malam nasi goreng di warung nasi goreng. Kira-kira warung nasi goreng itu tak jauh dari kampus. Sambil menikmati nasi goreng, kami ngobrol-ngobrol cukup lama. Nasi goreng sudah habis, namun ngobrol kami terus berlangsung. Agak kaget setelah kami selesai makan di warung itu, lalu menghampiri penjualnya untuk membayar. Kata penjualnya”Rp12ribu.” Terlintas di benak pikiran kok mahal? Biasanya sepiring Rp5ribu.
Pulang dari makan malam sekitar pukul 11, di sepanjang jalan masih cukup ramai penjual nasi goreng gerobak. Sedikit dari mereka merupakan satu grup usaha dagang yang sama. Sambil menikmati heningnya malam di jalan raya menjelang pukul 12.
Seperti biasa parkir di depan kesekretariatan UKM Taekwondo, tiba-tiba saya lihat di depan kaca depan kesekretariat mereka menuliskan “Dilarang parkir motor di sini ttd:UKM Taekwondo.” Semua tulisan menggunakan huruf kapital. Agak kaget setelah membaca pesan yang ditempel di kaca itu. Saya bilang ke Sony, “Eh tumben ya mereka menulis seperti ini. Sambil menunjuk ke arah tulisan tadi.
Kalau saya jadi mereka, apakah saya apa yang mereka pikirkan dan menuliskan seperti tadi untuk memperingati motor yang parkir di depan kesekretariat mereka? Saya harus maklum hal itu. Tapi, saya dan Johan, teman saya, sering parkir bergandengan di depan kesekretariatan mereka.
Mungkin mereka merasa kurang nyaman ada motor-motor parkir di depan kesekretariatan para kesatria beladiri itu. Tampaknya saya dan juga Johan harus segera menyingkirkan motor kami berdua setiap pagi. Daripada motor saya dan Johan dikerjain karena membandel tidak menuruti kemauan mereka, lebih baik dipindah ke tempat lain yang tidak ada tulisan dilarang parkir. Hehe…
Sebelumnya motor kami berdua sering parkir di dalam gedung saat tengah malam. Namun, belakangan ini pintu masuk ke gedung sering kali dikunci setiap sore, praktis ketika ingin menginapkan motor kami tidak bisa masuk ke gedung. Karena itulah, motor kami berdua pindah ke depan kesekretariatan UKM Taekwondo. Nah, di depan kesekretariatan mereka pun dilarang parkir. Jadinya motor kami sering berpindah-pindah tempat mencari lahan parkir yang aman tenteram dan tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Ya, maklum kami kan orang ‘kecil’. Hehe….
Tulisan di dalam blog ini adalah opini pribadi dan tidak mewakili institusi manapun. Pengunjung blog ini memiliki hak untuk meng-kopi tulisan yang dimuat dalam blog ini untuk kepentingan bersama. Namun demikian, mohon menyebutkan sumber tulisan.

April 15th, 2008 at 1:42 am
ini parkir puskom gimana sih?udah aktifin dong parkirannya????
April 15th, 2008 at 2:01 am
yaw!
Parkir dimana lagi… motor kita?
Parkir, di samping gang yg ke kantin. Jikalau ada yg komplain, suruh komplain ke pengurus kantin. Meja Mereka menggunakan badan jalan (badan gang) juga untuk tempat usaha! ahahhahahahh
April 16th, 2008 at 3:52 am
pindahin aja tandanya
April 17th, 2008 at 3:06 am
yah, mending kita kerjain aja mereka.
April 17th, 2008 at 8:30 am
walah… nasib-nasib
April 18th, 2008 at 12:19 am
@abahoryza: parkir puskom itu belum tertib. kalau sudah tertib, nanti malah ditarik ongkos parkir gimana? tiap hari bakal ngeluarin uang parkir dong
@belank: betul itu. kursi panjang besi itu sering menghalangi jalan. pasti alasannya untuk menghalangi motor agar jangan sampai masuk ke dalam. (sudah suudzon duluan. hehe…maaf ya mas supri,red).
@edy: wah..ide bagus tuh pindahin tandanya. tapi, bagaimana caranya ya? dibongkar aja kali ya kaca itu. hehe….sadis banget yak
@redha: oh…jangan dong redha. kasihan. nanti malah aku yang kena tendangan maut mereka. hehe…
@ario dipoyono: iya, nasib ya seorang rider motor harus diusir dari tempat parkir ‘gelap’.
April 18th, 2008 at 4:10 am
perasaan kan udah kita bahas tempel aja di pintu UKM itu dilarang Buat ruang UKM di gedung Puskom he…he… * kabur………
April 18th, 2008 at 6:08 am
“mana ujan ga ada parkiran… becheek”
April 20th, 2008 at 3:09 am
Wah, dari Unila toh..
Saya belum pernah ke Lampung..
April 22nd, 2008 at 8:08 am
Saya parkir sandal aja kok…. boleh yaaa… pliiiiiisss
*OOT*
April 24th, 2008 at 1:51 am
[...] Sepeda motor hitam saya hidupkan agak jauh setelah keluar dari gerbang rumah teman. Supaya tidak mengganggu tetangga teman saya. “Breeeemmm…..!!”suara sepeda motor bebek saya langsung hidup ketika saya engkol. [...]
April 24th, 2008 at 2:58 am
tu mutur siapa ya yang lagi parkir………………
mmmmmmmmmmm……………..bandel……………hehehehehehe
:D:D