Menyusun Proposal K-1 Menjelang Deadline

Bagaimana rasanya ketika kita harus menyelesaikan sebuah tugas yang harus diselesaikan secepatnya? Dalam waktu tidak lama. Ya, kira-kira dua hari harus segera selesai dan tidak ada kekurangan lagi.
Sabtu-Minggu kemarin (12-13/4), saya menemani para bos Pusat Komputar (Puskom) Unila. Ada Bang Muji Rachmat Ramelan,S.E,M.B.A, Pak M.Komarudin,S.T,M.T, Pak Wahyu Eko Sulistiono,S.T,M.Sc, dan Bang Martinus,S.T,M.T. Dua hari itu sedang konsentrasi mengerjakan proposal Hibah Kompetisi Teknologi Informasi dan Komunikasi “Pengembangan Kegiatan dan Konten Inherent K-1 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
Sabtu pagi sekitar pukul 9, dimulai mengerjakan proposal. Pak Komar memimpin pembukaan rapat untuk pembagian tugas pengerjaan proposal hibah senilai Rp 500 juta rupiah itu. Setelah ditentukan pembagian tugas, maka dimulailah mengerjakan proposal. Terlihat bapak-bapak dosen ini serius mengerjakan di laptopnya masing-masing. Tapi, ada diselingi bercanda untuk melepas kejenuhan di depan laptop.
Ada arsip proposal tahun lalu, sebenarnya cukup membantu untuk sebagai acuan pembuatan proposal yang baru ini. Saya perhatikan sedikit berbeda proposal yang diajukan tahun kemarin (2007) dengan tahun ini (2008). Sedikir perbedaannya pada tahun ini mengaitkan dan penambahan kerjasama dengan University Kentucky.
Puncaknya menyelesaikan proposal menjelang matahari terbenam. Tapi, semangat bapak-bapak dosen ini pantang menyerah meskipun terlihat lelah. Saya dan Arka membantu menyusun enam rangkap proposal itu. Sebenarnya ada empat rangkap proposal saja yang harus diserahkan ke Dikti di Jakarta hati Senin (14/4). Mungkin sisa dua proposal itu untuk disimpan dalam arsip saja.
Hingga malam sekitar pukul 10, akhirnya tuntas juga mengerjakan proposal. Untungnya ada printer yang te-o-pe alias top. Jadi, tidak perlu lagi fotokopi di luar. Hanya menyerahkan enam rangkap proposal tadi untuk dijilid menjadi lebih rapi.
Saat pulang dari jilid di tempat fotokopi, Arka yang menggunakan sepeda motor saya tiba-tiba bannya pecah. Wah cobaan nih. Akhirnya saya jemput dia dan menemani mendorong sepeda motor saya hingga sampai kembali di Puskom.
Melelahkan, tapi senang juga bisa membantu semuanya hingga sukses. Mudah-mudahan proposal yang diserahkan hari ini berhasil dan Unila mendapatkan hibah dari Dikti. Semoga.
Tulisan di dalam blog ini adalah opini pribadi dan tidak mewakili institusi manapun. Pengunjung blog ini memiliki hak untuk meng-kopi tulisan yang dimuat dalam blog ini untuk kepentingan bersama. Namun demikian, mohon menyebutkan sumber tulisan.

April 14th, 2008 at 9:04 am
AMIN!
semoga lolos penilaian dan Mendapatkan bantuan dana untuk kemajuan Unila, Lampung, Indonesia!
merdeka!
April 15th, 2008 at 12:58 am
@belank: Amin juga. Mudah-mudahan saja dapat hibah. demi memajukan ICT di Unila kan harus didukung prasarana yang bagus dan mencukupi mahasiswa?
April 15th, 2008 at 7:21 am
Amin, senang sekali membacanya, mudah2an puskom unila semakin maju dan berkembang serta pelayanannya pada dosen & mahasiswa makin ok.