Eriek’s Written

Learning to be a good writter
Random Image

Tulisan di dalam blog ini adalah opini pribadi dan tidak mewakili institusi manapun. Pengunjung blog ini memiliki hak untuk meng-kopi tulisan yang dimuat dalam blog ini untuk kepentingan bersama. Namun demikian, mohon menyebutkan sumber tulisan.


Dosen Pun Harus Miliki Soft Skill

SAYA masih ingat ucapan yang pernah dan selalu disampaikan Pembantu Rektor III Prof. Dr. Sunarto, S.H, M.H di hadapan para penggiat unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan penggiat di badan eksekutif mahasiswa (BEM) di sejumlah momen acara, tentang mahasiswa harus memiliki soft skill selain kemampuan akademik yang baik.

Namun, pernahkah terpikirkan bahwa para dosen yang setiap hari mengajar anda (jika mahasiswa, red) di kelas, pun harus memiliki soft skill juga? Para dosen adalah dulunya pernah menjadi mahasiswa. Nah, soft skill seperti apa bagi mahasiswa dan dosen? Apakah keduanya (mahasiswa dan dosen, red) harus memiliki soft skill yang sama?

Read More

Selamat Hari Blogger Nasional

blogger Selamat Hari Blogger NasionalDua tahun lalu, tepatnya tanggal 27 Oktober, Menteri Komunikasi dan Informasi Prof. Mohammad Nuh (saat itu), menetapkan setiap tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional di hadapan para peserta Pesta Blogger 2007 di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta.

Mungkin tak akan pernah terbayang semua orang sekalipun blogger Indonesia, akan ada sebuah perhelatan akbar se-Indonesia ketika itu. Semua orang yang mengaku pernah bikin blog, beraktivitas menulis di blog, saling berkunjung blog yang tersebar banyak di dunia maya, langsung menyambut datang ke acara tersebut.

Blog menjadi sebuah fenomena baru di Indonesia. Terutama sudah ‘menjamur’ hampir di seluruh kalangan usia. Bahkan, di dunia pendidikan kehadiran Blog menjadi sebuah “new media”. Terutama di kajian Ilmu Komunikasi, sudah semestinya menambahkan materi/kurikulum tentang Blog sebagai “new media”.

Read More

Guru Besar Belum Merata di Setiap Fakultas

pengukuhan guru besar Guru Besar Belum Merata di Setiap Fakultas

Satu minggu lalu, tepatnya hari Selasa (20/10), Tiga guru besar Fakultas Pertanian dikukuhkan oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S. Para Guru Besar itu adalah Prof. Dr. Ir. Soesiladi Esti Widodo, M.Sc., Prof. Ir. Setyo Dwi Utomo, M.Sc., Ph.D., dan Prof. Dr. Ir. Muhtarudin, M.S. Dengan demikian hingga tahun 2009 ini, Fakultas Pertanian memiliki 19 Guru Besar.

Jumlah tersebut adalah terbanyak dibandingkan dengan fakultas lainnya. Jika melihat kembali sejarah didirikannya Unila 44 tahun lalu, adalah Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum yang pertama kali didirikan. Namun, melihat kondisi realita sekarang semakin tua usia fakultas, tak menunjukkan semakin banyaknya jumlah guru besar.

Lihat Fakultas Ekonomi hanya memiliki satu Guru Besar, Prof. Dr. Sahala S. P. Panjaitan. Sedangkan Fakultas Hukum cukup ada peningkatan, memiliki lima Guru Besar: Prof. Dr. K. Husin, S.H, M.H, Prof. Dr. S. Husin, S.H, M.H, Prof. Dr. Sunarto, S.H, M.H, Prof. Dr. I Gede A.B. Wiranatha, S.H, M.H, dan Prof. Dr. Abdul Kadir M, S.H.

Read More

Selamat Jalan Mas Pram

mas pram Selamat Jalan Mas Pram

Perkenalan Saya pertama kali dengan Mas Pram, panggilan akrab Didi Pramudya, S.H, sudah sejak lama. Saya lupa persisnya kapan. Dia adalah sosok pegawai yang masih menyukai seni dan menulis. Tak heran dulunya ketika Dia mahasiswa, menyandang sebagai seorang aktivis di Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni dan Surat Kabar Mahasiswa Teknokra, ketika itu.

Saya pernah terlibat kerjasama dengannya ketika Dia dipercaya menjadi Koordinator Humas acara Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-20 di kampus ini, dua tahun lalu. Selanjutnya beberapa kali bertemu dan ngobrol sambil menyeruput kopi di sebuah kantin dekat kantor. Tidak hanya saya, ada beberapa teman mahasiswa yang ikut bergabung ngobrol. Yang saya ingat waktu dulu, Dia ngobrol dengan saya tentang perfilman. Mungkin Dia ingin menggarap sebuah karya (film).

Terakhir Dia dipercaya sebagai Kepala Bagian Kemahasiswaan di kampus ini. Sebuah amanah yang pantas untuknya, karena memang dekat dengan kalangan mahasiswa dan aktivis UKM sejak dulu. Jika ditanyakan kepada teman-teman aktivis UKM yang sering bertandang ke Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), pasti mengenal sosok Mas Pram ini.

Kabar mengejutkan dari seorang teman, Senin sore kemarin (19/10), Mas Pram dipanggil menghadap Illahi. Di usianya 46 tahun, terbilang masih muda menurut saya. Tapi, kehendak Yang Kuasa telah memanggilnya. Rasanya begitu cepat berlalu.

Selamat Jalan Mas Pram. Semoga Allah Swt senantiasa melindungi dan memberi rahmat kepada Almarhum. Amin.

Foto oleh Andhi Sal

Perguruan Tinggi Kelas Dunia

Pencapaian Universitas Indonesia (UI) pada peringkat ke-201 dunia merupakan prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia dan terutama bagi civitas akademika dan alumninya. Pengumuman yang dirilis The Times Higher Education-QS World University ini (dikutip dari Kompas, Jumat, 9 Oktober 2009), mengisyaratkan bahwa UI telah (bisa) disejajarkan dengan perguruan tinggi di luar negeri (negara-negara di belahan benua Eropa, Amerika, dan Asia).

Di Indonesia, siapa orang yang tidak mengenal UI? Mahasiswa yang kuliah di sana pasti bangga mengenakan jaket kuning alamamaternya. Tak hanya itu. Para alumninya yang telah menyebar ke seluruh Indonesia dan mengisi sejumlah peran penting di pemerintahan pusat dan daerah. Ya kebesaran UI terlihat tak tertandingi dengan sejumlah perguruan tinggi negeri/swasta lain, kecuali Universitas Gajah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang saling ‘kejar-kejaran’ menduduki peringkat terbaik lima besar peringkat atas perguruan tinggi di Indonesia.

Read More