Prasasti Hati
Aku adalah jiwa yang batu
tak pernah berfikir lebih jauh dari aku terserak
Aku adalah jiwa yang beruntung
ada dia yang mengingatkan ku
Terima kasih senyum
Aku adalah jiwa yang batu
tak pernah berfikir lebih jauh dari aku terserak
Aku adalah jiwa yang beruntung
ada dia yang mengingatkan ku
Terima kasih senyum
Coba luangkan sejenak dan baca petikan berikut :
Semua orang tahu bahwa Jakarta itu macet dan kita abis banyak waktu di nyetir. Di lain sisi waktu itu gua masih harus tidur jam 3 pagi ngejar nulis skrip serial Jomblo. Akhirnya gua sering kurang tidur padahal gua paginya udah harus kerja kantoran.
Waktu gua masih naik mobil, Gua biasa pergi pagi banget dan tidur di mobil di basement parkir kantor untuk ngejar kurang tidur itu. Masalahnya gua suka gak nyaman tidur kalo pake kemeja dan sepatu. Terus gua bilang ke ninit bahwa lain kal gua pergi, gua mau gantung kemeja aja di belakang mobil dan jinjing sepatu. Jadi gua bisa tidur dengan kaos+sendal di mobil. Trus gua juga suka laper.
Read more »
Hidup adalah sebuah panggung sandiwara, setidaknya itu sepotong lirik dari lagu yang pernah popular di tahun 90-an. Mengatakan bahwa kita semua kebagian sebuah peran di dunia ini. Ada yang baik, ada yang setengah baik dan ada yang jahat dan setengah jahat tentunya. Orang bilang kalau dunia ini tidak ada penjahat maka tidak perlu namanya polisi dan pengadilan. Apa benar kita memang ditakdirkan untuk ada yang jadi penjahat ada yang dijadikan orang baik seperti pembagian peran dalam sebuah panggung sandiwara sebenarnya.