Prasasti Hati
Aku adalah jiwa yang batu
tak pernah berfikir lebih jauh dari aku terserak
Aku adalah jiwa yang beruntung
ada dia yang mengingatkan ku
Terima kasih senyum
Aku adalah jiwa yang batu
tak pernah berfikir lebih jauh dari aku terserak
Aku adalah jiwa yang beruntung
ada dia yang mengingatkan ku
Terima kasih senyum
Suatu malam, ketika sedang berjalan sepanjang pantai Klara, seorang pria menemukan lampu tua yang diletakkan di atas batu. Ketika ia mengambil dan menggosoknya, seorang Jin mendadak muncul. “Baik, cukup sudah!” bentak Jin itu. “Ini keempat kalinya dalam bulan ini orang menggangguku! Aku begitu marah sampai aku hanya akan memberimu satu permintaan bukannya tiga! Jadi ayolah, ayo! Katakan apa yang kau inginkan, dan jangan membuang waktuku seharian!.”
Read more »