Friday, January 22nd, 2010 |
Sebelumnya sudah saya beri penjelasan tentang apa itu software D-ITG dan pengertian umum dari QoS dan parameter dari QoS itu sendiri. Pada bagian kedua ini akan saya coba jelaskan cara penggunaan dari D-ITG dan penjelasan secara lebih mengenai QoS dan parameternya.
QoS adalah mekanisme jaringan yang memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan dengan tujuan untuk menyediakan kualitas layanan yang berbeda-beda untuk beragam kebutuhan akan layanan di dalam jaringan IP (Internet Protocol). Parameter-parameter QoS antara lain Bandwidth, Troughput, Delay, Jitter dan Packet Loss.
Delay adalah waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari suatu titik ke titik yang lain yang menjadi tujuan. One Way Delay (OWD) adalah waktu yang dibutuhkan oleh satu paket dari tempat sumber ke tujuan. Waktu dari sumber ke tujuan kembali lagi ke sumber disebut Round Trip Time (RTT).
Paket Loss (Packet Loss) didefinisikan sebagai kegagalan transmisi paket IP mencapai tujuannya. Kegagalan paket tersebut mencapai tujuan, dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinkan yiaut terjadinya overload trafik didalam jaringan, Tabrakan (congestion) dalam jaringan, Error yang terjadi pada media fisik,Kegagalan yang terjadi pada sisi penerima antara lain bisa disebabkan karena overflow yang terjadi pada buffer.
Jitter merupakan variasi delay antar paket yang terjadi pada jaringan IP. Besarnya nilai jitter akan sangat dipengaruhi oleh variasi beban trafik dan besarnya tumbukan antar paket (collision) yang ada dalam jaringan IP. Semakin besar beban trafik di dalam jaringan akan menyebabkan semakin besar pula peluang terjadinya congestion dengan demikian nilai jitter-nya akan semakin besar. Semakin besar nilai jitter akan mengakibatkan nilai QoS akan semakin turun. Untuk mendapatkan nilai QoS jaringan yang baik, nilai jitter harus dijaga seminimum mungkin.
Bandwidth adalah jumlah data yang dapat ditransfer melalui jaringan dalam jangka waktu tertentu. Bandwidth biasanya ditentukan dalam satuan Bit Per Second (bps). Sedangkan Throughput adalah bandwidth aktual atau sebenarnya yang terukur pada waktu tertentu.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menganalisa performa dari suatu jaringan berdasarkan QoS untuk melihat karakteristiknya antara lain: throughput, delay, jitter, standar deviasi dan packet Loss. Dalam penggunaan software D-ITG yang harus diperhatikan antara lain: alamat IP (Internet Protocol) dari tujuan (2), jenis protokol yang digunakan (3), jenis pengiriman paket (1), aplikasi layer data yang akan digunakan (Voice, DNS, Custom atau Gaming) (4) dan ukuran paket (5).
Untuk parameter dari QoS sendiri nilainya kita dapatkan setelah kita selesai melakukan pengukuran menggunakan software ini (D-ITG). Berdasrkan gambar di atas kita dapat melihat nomer 1-5 yang merupakan inti dari pengukuran mnggunakan D-ITG. Dari nomer-nomer tersebut terdapat berbagai pilihan yahg tersedia, no.1 misalnya terdapatp pilihan metode pengiriman paket apakah menggunakan OWD (One Way Delay) atau RTT (Round Trip Time Delay), No.3 terdapat pilihan TCP,UDP,ICMP,SCTP, DCCP dan nomer yang lainnya.
Dari pembahasan sebelumnya (part-1) terdapat contoh nilai hasil dari pengukuran menggunakan D-ITG, terdapat poin-poin yang menggambarkan parameter QoS itu sendiri. Karakeristik suatu jaringaN dapat kita gambarkan dengan melakukan pengukuran paket dengan ukurna yang bervariasi misalnya mulai dari 64,128,256,512 dan 1024 dan jenis protokol yang berbeda-beda. Dibawah ini contoh berupa grafik dari pengukuran yang telah dilakukan.
Dari hasil diatas terlihat bahwa kondisi ideal yang menggambarkan karakteristik dari suatu jaringan dianggap bagus adalah “saat ukuran paket yang dikirimkan semakin besar maka throughput yang didapatkan semakin besar pula tetapi berbanding terbalik dengan delay dan jitter yang dihasilkan, delay dan jitter yang dihasilkan adalah kebalikan dari throughput yaitu semakin kecil.” (tamat)
Posted in networking | No Comments »
Wednesday, January 20th, 2010 |
Semua itu berawal dari mimpi, semua itu berawal dari ketertarikan, semua itu berawal dari kesuksesan yang tertunda (Gagal skripsi pertama), semua itu berawal dari diskusi dan semua itu berawal dari kesungguhan sehingga ia membuat saya sekarang memperoleh gelar S.T (Sarjana Teknik) walaupun belum resmi (belum wisuda).
Ya Distrributed Internet Traffic Generator atau disingkat D-ITG adalah software pembangkit traffik yang saya gunakan selama penelitian Final Project (TA). Dengan sedikit pengetahuan tentang TCP/IP, UDP dll saya dapat mnyelesaikan TA saya yang tidak terlepas dari penggunaan software ini (D-ITG).
Software ini sangat banyak kegunaannya selain dapat membangkitkan traffik dengan berbagai macam format data dan audio (untuk VoIP) software ini juga mendukung berbagai distribusi dalam membangkitkan grafik (normal, poisson, uniform dll). Selain itu juga software ini dapat mengirimkan paket beberapa (multiple generators & distributed) dalam link (saluran) yang akan diukur, dapat berupa LAN dan WLAN.
Software ini sangat ideal digunakan apabila dikirimkan secara host-to-host untuk dapat melihat performansi dari suatu jaringan atau dapat dikatakan dapat digunakan untuk pengukuran (secaara aktif) performa dari jaringan (LAN & WLAN) yang akan dilalui oleh jenis paket protokol (TCP,UDP,ICMP dll)yang dikirimkan dari host satu ke host yang lainnya.
Dalam mengukur performa suatu jaringan kita juga harus memastikan kedua ujuang dari host yang akan di posisikan sebagai sumber dan tujuan harus memiliki waktu yang sama, salah satu caranya adalah dengan mensinkronisasi waktu antara komputer sumber dan komputer tujuan. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan software NTP (Network Time Protocol).
decode the receiver log file on the destination
host: [donato@catarella tmp]$ ./ITGDec
recv log file
———————————————————-
Flow number: 1
From 10.0.0.4:34771
To 10.0.0.3:9501
———————————————————-
Total time = 10.001837 s
Total packets = 10000
Minimum delay = 3633.445701 s
Maximum delay = 3633.464808 s
Average delay = 3633.449749 s
Average jitter = 0.000706 s
Delay standard deviation = 0.001364 s
Bytes received = 7498028
Average bitrate = 5997.320692 Kbit/s
Average packet rate = 999.816334 pkt/s
Packets dropped = 0 ( 0 %)
———————————————————-
**************** TOTAL RESULTS ******************
Number of flows = 1
Total time = 10.001837 s
Total packets = 10000
Minimum delay = 3633.445701 s
Maximum delay = 3633.464808 s
Average delay = 3633.449749 s
Average jitter = 0.000706 s
Delay standard deviation = 0.036939 s
Bytes received = 7498028
Average bitrate = 5997.320692 Kbit/s
Average packet rate = 999.816334 pkt/s
Packets dropped = 0 ( 0 %)
Error lines = 0
decode the receiver log file on the destination
host: [donato@catarella tmp]$ ./ITGDec
recv log file
———————————————————-
Flow number: 1
From 10.0.0.4:34771
To 10.0.0.3:9501
———————————————————-
Total time = 10.001837 s
Total packets = 10000
Minimum delay = 3633.445701 s
Maximum delay = 3633.464808 s
Average delay = 3633.449749 s
Average jitter = 0.000706 s
Delay standard deviation = 0.001364 s
Bytes received = 7498028
Average bitrate = 5997.320692 Kbit/s
Average packet rate = 999.816334 pkt/s
Packets dropped = 0 ( 0 %)
———————————————————-
**************** TOTAL RESULTS ******************
Number of flows = 1
Total time = 10.001837 s
Total packets = 10000
Minimum delay = 3633.445701 s
Maximum delay = 3633.464808 s
Average delay = 3633.449749 s
Average jitter = 0.000706 s
Delay standard deviation = 0.036939 s
Bytes received = 7498028
Average bitrate = 5997.320692 Kbit/s
Average packet rate = 999.816334 pkt/s
Packets dropped = 0 ( 0 %)
Error lines = 0
baris yang dicetak tebal di atas adalah salah satu contoh hasil yang didapatkan saat selesai dilakukan pengukuran terhadap jaringan. Semua poin-poin yang di atas (cetak tebal) adalah parameter-parameter yang dapat menggambarkan QoS (
Quality of Service). QoS adalah
mekanisme jaringan yang memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan dengan tujuan untuk menyediakan kualitas layanan yang berbeda-beda untuk beragam kebutuhan akan layanan di dalam jaringan IP (Internet Protocol). Parameter-parameter QoS antara lain Bandwisdth, Troughput, Delay, Jitter dan Packet Loss. Untuk hasil yang ideal dalam pengukuran adalah dengan mendapatkan throughput yang sebesar-besarnya dan delay serta jitter yang sekecil-kecilnya.
Posted in networking | 2 Comments »
Wednesday, October 14th, 2009 |
Suatu hari di depan laptop tercinta yang sudah mulai karatan ini, tiba-tiba penasaran untuk melihat prospek kerja dengan menggunakan/melampirkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Cisco (ex.CCNA,CCNP,CCIE,CCDA,CC Architect). Mulailah mencari-cari di serach engine yang paling populer dikalangan pengguna internet, google. Alhasil saya mulai membaca satu persatu dari hasil yang ditemukan dan yang paling menarik adalah saat membaca blog seorang CCIE asal Indonesia yang menjadi project leader yang saat ini sedang menangani project di Dubai, UEA. Dari blog tersebut saya jadi bertambah tidak percaya diri karena dan mungkin bagi seorang mahasiswa yang sedang mengejar sertifikat CCNA seperti saya, CCIE seperti itu hanyalah impian belaka dan mendapatkannya setelah saya melihat dan membaca biaya yang harus dikeluarkan ternyata membutuhkan biaya yang sangat besar, 2000$ per ujian Lab. Kalau melihat seperti sekarang ini, usaha yang saya lakukan untuk mendapt sertifikat CCNA saja sepertinya kurang maksimal maka saya coba berfikir sekali lagi apakah saya mampu untuk mendapatkan apa yang saya ingin kan tersebut (mikir berkali-kali). Dan saya harus yakin dan tetap optimis untuk meraih keinginan tersebut dengan berusaha ekstra dan berdoa pada Alloh. Akan tetapi, dari blog itu juga mendapatkan gambaran bahwa untuk mendapatkan suatu ilmu dan memahami serta mengaplikasikan dan mengimplementasikan suatu ilmu itu benar-benar harus dibutuhkan suatu pengorbanan yang tidak sedikit. Blog tersebut benar-benar menjadi inspirasi bagi saya untuk mewujudkan keinginan saya mejadi seorang networking engineering yang kompetensi dibidang tersebut, seperti halnya orang yang menjadi inspirasi saya sekarang ini untuk mendalami dan mengerti tentang dunia networking. Lagi-lagi blog tersebut membuat saya berangan-angan ingin bekerja di dunia yang memang saya memang tertarik dibidang tersebut, Penulis blog tersebut sekarang bekerja di Cisco US dan melihat pengalaman yang didapatkan oleh penulis tersebut mungkin benar-benar menjadi inspirasi dan cita-cita yang sama bagi orang yang ingin menggeluti dan mendalami dunia networking seperti saya. Tapi sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini dengan izin Alloh SWT, saya berharap dengan inspirasi baru ini saya dapat menjadi seseorang yang menjadi seperti apa yang saya inginkan sekarang. Oleh karena itu, mulai dari sekarang mari kita semua belajar, berusaha dengan sekuat tenaga daya upaya & tawakkal terhadap apa yang kita inginkan di masa depan nanti dan yakinlah Apabila Alloh SWT meridhoi maka hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin karena Alloh SWT selalu bersama hambaNya yang selalu berusaha. Apabila kita memiliki mimpi untuk mengapai langit ketujuh, kita harus optimis bahwa kita pasti bisa menggapainya dan minimal kita dapat mencapai langit kelima atau enam. Akhir kata, Selamat berusaha semuanya. ^_^
Posted in networking | No Comments »