Archive for October, 2009

Biggest Decision in 21st YO

Thursday, October 15th, 2009

Perasaan setiap tulisan yang saya posting di blog ini merupakan cerita kehidupan yang saya alami sampai dengan usia yang ke-21 (dua puluh satu), tapi nggak pa pa lah daripada ngerepost dari postingan orang lain.

Cerita di sebenarnya dimulai dari beberapa bulan yang lalu, sekitar bulan februari 2009. Saat itu saya sudah menyelesaikan seminar kerja praktik saya pada akhir januari kemudian saya memutuskan untuk segera mengerjakan tugas akhir (skripsi) dengan cara meminta kepada dosen. Saya punmulai menemui dosen saya untuk mendiskusikan tentang masalah skripsi saya, saya meminta ide kepada beliau.

Pada pertemua pertama kami berbincang dan dia membicarakan tentang teknologi yang saat ini ada ketertarikan dari beliau untuk meneliti lebih lanjut. Akhirnya saya pun mendapat bahan yang menjadi awal dari skripsi saya, bahan tersebut pun saya p[elajari lebih jauh. minggu berikutnya terus berlangsung sampai kahirnya saya seminar proposal skripsi saya. pada seminar tersebut ternyata banyak dari audiens yang merupakan teman2 senagkatan atau senior yg cukup antusias dengan topik skripsi yang saya angkat sehingga tidak terasa hampir 2jam seminar proposal itu pun berlangsung. Saya sangat senang ketika mengetahui bahwa nilai dari seminar saya tersebut adalah A.

Hari-hari pun terus berlalu dan saya tetap mengerjakan skripsi saya, sekuat tenaga saya mengerjakan skripsi tersebut tanpa bantuan teman yang lain kecuali dari soden saya tersebut. Sampai pada akhirnya saya mencapai titik puncak ketika kejenuhan saat mencoding program simulasi yang saya buat. Saya akhirnya memutuskan untukberdiskusi dengan salah satu teman tapi apa daya dia pun tidak bisa membantu dan saya kembali konsultasi dengan dosen. Beliau memberian contoh progam simulasi tersebut tetapi dengan bahasa yang berbeda yaitu bahasa C saya pun mulai mempelajari program tersebut sampai akhirnya saya mulai mencoding ulang simulasi saya tersebut. Di saat yang bersamaan saya juga mengambil kulaih semester pendek (SP) untukmengulang nilai mata kuliahyang masih D dan E alhasil konsentrasi saya terpecah untuk belajar kuliah dan mencoding proram simulasi tugas akhir saya. Minggu-minggu mendekati UAS SP saya semakin disibukan dengan tugas-tugas dari SP dan belajar untuk memprsiapkan UAS tersebut sehingga coding skripsi menjadi terbengkalai dan fokus saya hanay pada SP.

Akhir dari semua kejadian itu saya coba berkonsultasi lagi ke dosen saya bahwa sepertinya saya tidak bisa meenyelesaikan tugas akhir ini sampai beliau berangkat S-3 dan beliau pun menganjurkan kepada saya untuk meneruskan skripsi saya tersebut dengan dosen yang lain akan tetapi setelah saya pikir-pikir ulang lagi dan coab melihat planning-planning yang sudah saya buat saya sepertinya harus merubah planning tersebut sehingga saya memutuskan untuk mengganti judul skripsi saya atau dengankata lain skripsi yang sudah saya kerjakan sampai dengan saat ini harus saya ulang dengan judul yang baru yang beraarti harus memulai dari 0 lagi. Itulah yang menjadi keputusan terbesar saya saat usia yang ke-21 ini..

Saat saya berkonsultasi untuk mengganti judul skripsi tersebut saya banyak sekali mendapat nasehat dan masukan dari dosen saya sehingga sangat sedih ketika harus mengeluarkan keputusan itu. Tetapi dosen saya sangat pengertian dia juga memberi saya semangat bahwa apabila ganti judul jangan seperti saat saya masih dibimbiing oleh beliau dan memberikan contoh-contoh yang positif. Salah satu dari cerita beleiau adalah karakteristik orang Jepang. Mereka selalu disiplin waktu, mengorganisasikan sesuatu dengan sebaik-baiknya, berusaha keras dengan kemampuan diri sendiri terlebih dahulu untuk menggapai sesuatu yang diinginkan sampai sesuatu tersebut berhasil di raih namun apabila tidak, kita boleh kita berdiskusi dengan teman kita yang lain dan masih banyak lagi yang lainnya. Akhir kata dari posting ini adalah saya ingin berterima kasih kepada dosen saya atas segala support, nasehat dan semua yang telah beliau ajarkan kepada saya, saya juga meminta maaf yang sebesar-besasrnya karena saya tidak dapat menyelesaikan tugas akhir saya di bawah bimbingan beliau dan saya berjanji akan berusah lebih baik lagi untuk kedepannya..

Dan sekarang fokus saya adalah menggarap tugas akhir yang baru ini dengna sebaik-baiknya dan menyelesaikannya dengan target waktu yang telah saya bua tsendiri..tetap semangat AllohuAkbar.. ^_^

Suatu Renungan dan Inspirasi

Wednesday, October 14th, 2009

Suatu hari di depan laptop tercinta yang sudah mulai karatan ini, tiba-tiba penasaran untuk melihat prospek kerja dengan menggunakan/melampirkan sertifikat yang dikeluarkan oleh Cisco (ex.CCNA,CCNP,CCIE,CCDA,CC Architect).  Mulailah mencari-cari di serach engine yang paling populer dikalangan pengguna internet, google. Alhasil saya mulai membaca satu persatu dari hasil yang ditemukan dan yang paling menarik adalah saat membaca blog seorang CCIE asal Indonesia yang menjadi project leader yang saat ini sedang menangani project di Dubai, UEA.  Dari blog tersebut saya jadi bertambah tidak percaya diri karena dan mungkin bagi seorang mahasiswa yang sedang mengejar sertifikat CCNA seperti saya, CCIE seperti itu hanyalah impian belaka dan mendapatkannya setelah saya melihat dan membaca biaya yang harus dikeluarkan ternyata membutuhkan biaya yang sangat besar, 2000$ per ujian Lab.  Kalau melihat seperti sekarang ini, usaha yang saya lakukan untuk mendapt sertifikat CCNA saja sepertinya kurang maksimal maka saya coba berfikir sekali lagi apakah saya mampu untuk mendapatkan apa yang saya ingin kan tersebut (mikir berkali-kali).  Dan saya harus yakin dan tetap optimis untuk meraih keinginan tersebut dengan berusaha ekstra dan berdoa pada Alloh. Akan tetapi, dari blog itu juga mendapatkan gambaran bahwa untuk mendapatkan suatu ilmu dan memahami serta mengaplikasikan dan mengimplementasikan suatu ilmu itu benar-benar harus dibutuhkan suatu pengorbanan yang tidak sedikit.  Blog tersebut benar-benar menjadi inspirasi bagi saya  untuk mewujudkan keinginan saya mejadi seorang networking engineering yang kompetensi dibidang tersebut, seperti halnya orang yang menjadi inspirasi saya sekarang ini untuk mendalami dan mengerti tentang dunia networking.  Lagi-lagi blog tersebut membuat saya berangan-angan ingin bekerja di dunia yang memang saya memang tertarik dibidang tersebut, Penulis blog tersebut sekarang bekerja di Cisco US dan melihat pengalaman yang didapatkan oleh penulis tersebut mungkin benar-benar menjadi inspirasi dan cita-cita yang sama bagi orang yang ingin menggeluti dan mendalami dunia networking seperti saya.  Tapi sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini dengan izin Alloh SWT, saya berharap dengan inspirasi baru ini saya dapat menjadi seseorang yang menjadi seperti apa yang saya inginkan sekarang.  Oleh karena itu, mulai dari sekarang mari kita semua belajar, berusaha dengan sekuat tenaga daya upaya & tawakkal terhadap apa yang kita inginkan di masa depan nanti dan yakinlah Apabila Alloh SWT meridhoi maka hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin karena Alloh SWT selalu bersama hambaNya yang selalu berusaha.  Apabila kita memiliki mimpi untuk mengapai langit ketujuh, kita harus optimis bahwa kita pasti bisa menggapainya dan minimal kita dapat mencapai langit kelima atau enam.  Akhir kata, Selamat berusaha semuanya. ^_^

Ayat-Ayat Allah Swt tentang Bencana di Sumatera

Tuesday, October 6th, 2009

Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:

17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.

Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:

Pertama, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.

Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat.

Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian.

Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishawab

reference : http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/ayat-ayat-allah-swt-dalam-gempa-di-sumatera.htm (ridyasmara)

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to blog design, short reviews, tips and make money online. More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :