penggunaan software open source dalam organisasi

March 16th, 2009 by aris0511021038

Di Kenya , Organisasi non pemerintah sudah menggunakannya untuk menyebarkan pesan kesehatan terkait dengan HIV/AIDS. Ribuan anak muda di Kenya misalnya menerima pesan singkat seperti, “Going out this Friday? Have a safe sex!” dari sebuah radio. Pesan ini disampaikan tidak lewat radio, tetapi lewat SMS, yang merupakan bagian dari program radio bernama “Straight Talk”.1 Pengiriman SMS ini dilakukan atas kerjasama Hivos dan KPN, provider telepon selular terbesar di Belanda.

sukarelawan di Sri Lanka yang berhasil mengembangkan sebuah program pengelolaan data yang terkait dengan tsunami yang mereka alami Desember 2004. Mereka menelurkan program berbasis open source bernama Sahana yang bisa mengkoordinasi data mengenai korban, sukarelawan, bantuan, bantuan medis, dan lain-lain. Berbasis open source berarti semua orang bisa menggunakan tanpa harus membeli programnya dan lebih dari itu, semua orang bisa ikut mengembangkan program itu lebih baik lagi.

Sahana kemudian digunakan untuk pengelolaan bencana di Pakistan tahun 2005 saat mereka mengalami gempa dan Filipina di tahun 2006 saat mereka mengalami longsor.

Claire Mercer dari universitas Leicester Inggris pernah menuliskan studi kritis mengenai penggunaan ICT di Tanzania (2004). Dalam terjemahan bebas penulis, Claire Mercer menuliskan pengembangan teknologi yang telah dilakukan oleh lembaga donor/ organisasi masyarakat sipil di Tanzania ternyata tidak terlalu berbanding lurus dengan kegiatan mereka terhadap penerima manfaat di tingkat lokal. Teknologi di Tanzania telah berhasil meletakkan beberapa Ornop –terutama yang berada di kota besar– dalam peta global dan membuka akses mereka kepada lembaga donor internasional, tetapi tidak berhasil menjembatani Ornop dengan penerima manfaat atau jaringan di tingkat lokal.

software open source jelas mempunyai masa depan yang baik terutama di negara-negara yang sedang berkembang yang tidak memiliki dana dalam jumlah yang besar untuk kemajuan teknologi negaranya.  hal ini dikarenakan software open source merupakan software yang bersifat free sehingga kita tidak perlu membayar untuk menggunakannya.  selain itu juga software open source bebas untuk dikembangkan sehingga nantinya akan muncul berbagai aplikasi program yang akan berguna bagi dunia.

perkembangan TI yang merubah perilaku konsumen

March 16th, 2009 by aris0511021038

1.  Perkembangan teknologi menjadikan konsumen menjadi lebih dimanjakan dengan berbagi kemudahan yang ditawarkan.  perkembangan teknologi yang telah merubah perilaku konsumen terllihat jelas pada penggunaan ATM dan KArtu Kredit.  Adanya Mesin ATM dan Kartu kredit memberi dampak positif bagi masyarakat, yakni dengan adanya ATM dan Kartu kredit menjadikan masyarakat tidak perlu lagi membawa uang dengan jumlah yang banyak untuk berbelanja.  dengan demikian berbelanja akan menjadi lebih efektif dan efisien karena membawa uang dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan terjadinya tindak kriminalitas. bahkan kini perkembangan teknologi semakin memanjakan konsumen dengan hadirnya latyanan mobile banking.  kegiatan perbankan sepertu transfer, kliring, pembayaran dan lain sebagainya yang dahulu harus dilakukan secara manual kini dengan cara mendatangi kantor bank tersebut kini dapat dilakukan secara cepat dengan melalui fasilitas e-banking.  hampir seluruh kegiatan transaksi kini dapat dilakukan dirumah dengan perantara Handphone.  karenanya padaa saat uini jarak bukanlah menjadi sebuah halangan untuk melakukan transaksi.  dengan demikian dapat dilihat bahwa pada saat kini teknologi benar-benar telah memanjakan konsumen.

alasan mengapa memilih perkembangan tersebut karena padaa saat ini konsumsi merupakan kegiatan yang dilakukan manusia hampir setiap saat, sehingga perkembangan kemajuan teknologi akan menjadikan pola konsumsi masyarakat menjadi semakin tinggi.

Peranan IT dalam perekonomian

March 2nd, 2009 by aris0511021038

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

TI sangat berperan pentingn dalam perekonomian. dengan kemajuan TI, perekonomian akan menjadi lebih mudah untung dijalankan. Dengan penggunaaan teknologi yang maju, akan mempersingkat proses transaksi melalui sistem transfer. dalam hal ini transfer bukan hanya mempersingkat waktu pengiriman, tetapi juga akan memperkecil biaya, sehingga keuntungan dapat meningkat. Dalam survei yang dilakukan oleh Sallstrom Consulting, ditemukan fakta bahwa sektor TI sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi sebuah negara secara menyeluruh. Dalam beberapa tahun terakhir, peran teknologi informasi (TI) dalam mendukung roda bisnis perusahaan sudah tidak diragukan lagi. Dari survei tentang perekonomian dan sektor TI di 28 negara terungkap bahwa negara yang sektor TI nya tumbuh lebih cepat memiliki perekonomian yang juga tumbuh lebih cepat. Setiap kenaikan 10 persen dalam tingkat pertumbuhan pengeluaran untuk TI akan menaikkan tingkat pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) sebesar 13 persen. Dampak dari permintaan akan produk-produk dan layanan TI akan lebih besar daripada ukuran pasar yang diciptakan oleh permintaan tersebut karena investasi di TI ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Andil sektor TI Indonesia dalam GDP di tahun 2001 hanya sebesar 0,6 persen dan bahkan mengalami penurunan bila diukur dalam dolar AS dan merupakan yang paling kecil dari negara-negara yang disurvei. Di negara Asia Tenggara, Thailand mencapai 1,2 persen, Singapura 3,7 persen dengan pertumbuhan 1,5 persen di Thailand hingga 7 persen di Filipina.Dari sektor tenaga kerja di TI, Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat. Antara tahun1995 hingga 2001, lapangan kerja sektor TI tumbuh sebesar 21,8 persen per tahun dengan jumlah tenaga kerjamencapai 50 ribu orang di tahun 2001.

Hello world!

March 2nd, 2009 by aris0511021038

Welcome to Blog.unila.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!